Tahukah Kamu

Tren Baru Berwisata Sambil Memulihkan Bumi

Taukah kamu? Jika selama ini kita sering mendengar istilah “pariwisata berkelanjutan” (sustainable tourism), kini Indonesia melangkah lebih jauh dengan konsep Pariwisata Regeneratif.

Berbeda dengan berkelanjutan yang hanya fokus “tidak merusak”, pariwisata regeneratif bertujuan untuk meninggalkan tempat wisata dalam kondisi yang lebih baik daripada sebelumnya. Artinya, kehadiran wisatawan justru harus membantu pemulihan ekosistem dan kesejahteraan warga lokal.

Berdasarkan prioritas Kementerian Pariwisata tahun 2026, berikut adalah 3 destinasi regeneratif yang menjadi ujung tombak ekonomi biru Indonesia:

1. Bali (Kawasan Pilot Project Waste-to-Energy)

Bali bukan lagi sekadar pantai dan pura. Sebagai destinasi regeneratif, Bali kini fokus pada pemulihan lingkungan secara sistemik.

  • Fokus Utama: Penanganan sampah terintegrasi. Maret 2026 menjadi sejarah dengan dimulainya proyek waste-to-energy oleh Danantara.

  • Aktivitas Wisata: Wisatawan kini diajak terlibat dalam program restorasi koral di pesisir utara dan edukasi pengolahan limbah menjadi produk daur ulang yang bernilai ekonomi tinggi bagi masyarakat lokal.

2. Labuan Bajo, Nusa Tenggara Timur

Sebagai gerbang menuju Taman Nasional Komodo, Labuan Bajo kini mempraktikkan manajemen destinasi berbasis risiko untuk menjaga keseimbangan antara lonjakan turis dan konservasi satwa purba.

  • Fokus Utama: Perlindungan ekosistem laut dan darat. Implementasi Wonderful Indonesia Diving Directory memastikan setiap penyelaman di perairan Komodo mengikuti protokol konservasi ketat.

  • Aktivitas Wisata: Pengembangan desa wisata pesisir di sekitar Labuan Bajo yang memberdayakan nelayan lokal menjadi pemandu wisata konservasi, sehingga mereka tidak lagi bergantung pada eksploitasi hasil laut.

3. Kepulauan Seribu, Jakarta

Lokasinya yang dekat dengan ibu kota menjadikan Kepulauan Seribu sebagai laboratorium pariwisata regeneratif untuk kawasan padat penduduk.

  • Fokus Utama: Restorasi ekosistem mangrove dan padang lamun untuk menyerap karbon serta mengurangi dampak perubahan iklim.

  • Aktivitas Wisata: Wisatawan tidak hanya datang untuk snorkeling, tetapi juga bisa berpartisipasi dalam “Gerakan Wisata Bersih” dan penanaman bibit bakau. Desa wisata di sini diperkuat untuk menghasilkan produk lokal yang ramah lingkungan, didukung oleh sistem sertifikasi SERTIDEWI.

Mengapa Harus Destinasi Regeneratif?

Seperti yang ditegaskan Wamenpar Ni Luh Puspa, lautan adalah fondasi utama pariwisata kita. Dengan memilih destinasi regeneratif, Anda sebagai wisatawan berkontribusi langsung pada:

  1. Ekonomi Biru: Memastikan pemanfaatan laut secara bertanggung jawab.

  2. Kesejahteraan Lokal: Membuka lapangan kerja yang ramah lingkungan bagi masyarakat pesisir.

  3. Kesehatan Ekosistem: Mengurangi beban limbah laut dari hulu hingga hilir.

Sumber: Biro Komunikasi Kemenpar/kemenpar.go.id

Related Posts

1 of 5