Nisita.info – Kementerian Agama RI melalui Direktorat Jenderal Bimbingan Masyarakat (Bimas) Islam kini mengubah kompas kerjanya. Tidak ada lagi ruang untuk program seremonial yang habis di atas kertas. Di bawah komando Kamaruddin Amin, instansi ini mengalihkan seluruh energinya pada satu fokus krusial: kinerja yang berdampak langsung pada ketahanan keluarga di Indonesia.
Langkah taktis ini diambil menyusul arahan tegas Menteri Agama yang menuntut efektivitas birokrasi. Bimas Islam meresponsnya dengan menaruh perhatian besar pada fondasi terkecil dalam struktur sosial, yakni keluarga, guna membendung berbagai kerentanan sosial yang kian meningkat di tingkat akar rumput.
Ketahanan keluarga bukan sekadar urusan domestik, melainkan pilar stabilitas nasional. Menyadari hal tersebut, Ditjen Bimas Islam meletakkan program bimbingan perkawinan (Bimwin) sebagai intervensi hulu yang wajib diakselerasi.
Program ini dirancang untuk membekali para calon pengantin dengan kesiapan mental, finansial, hingga pemahaman reproduksi sebelum memasuki gerbang rumah tangga. Tujuannya terukur: menekan angka perceraian, mencegah kekerasan dalam rumah tangga (KDRT), sekaligus menjadi benteng pertahanan pertama dalam menurunkan angka tengkes (stunting) nasional melalui edukasi gizi keluarga.
Melalui jaringan Kantor Urusan Agama (KUA) yang tersebar di seluruh pelosok daerah, revitalisasi peran penyuluh agama kini dioptimalkan. Mereka tidak lagi sekadar mencatat administrasi pernikahan, melainkan bertransformasi menjadi konselor keluarga yang responsif terhadap dinamika modernisasi.
Agar dampaknya merata dan tepat sasaran, Bimas Islam mengintegrasikan program ketahanan keluarga ini dengan penguatan ekonomi umat, seperti optimalisasi potensi zakat dan wakaf produktif untuk keluarga rentan. Keberhasilan program ini nantinya tidak lagi diukur dari seberapa banyak anggaran yang terserap, melainkan dari seberapa besar penurunan angka dispensasi nikah dini dan konflik keluarga di daerah.
Dengan menempatkan ketahanan keluarga sebagai episentrum kinerja, Kemenag melalui Bimas Islam sedang berupaya memastikan bahwa kehadiran negara dapat dirasakan langsung di dalam ruang-ruang tamu setiap keluarga Indonesia. Cerdas dalam perencanaan, mengedukasi dalam pelaksanaan. (Red)
Sumber Informasi: Rencana strategis dan peta jalan transformasi birokrasi ini dirangkum dari laporan resmi Kementerian Agama RI bertajuk “Bimas Islam Fokus pada Kinerja Berdampak, Apa Saja?” yang dipublikasikan melalui laman resmi Kemenag.go.id.














