DPRD Kota Samarinda

HLH 2026, Abdul Rohim: Saatnya Wariskan Lingkungan Sehat untuk Anak Cucu

Peringatan Hari Lingkungan Hidup (HLH) 2026 harus menjadi momentum refleksi mendalam, bukan sekadar agenda seremonial tahunan.

Halo, Sobat Nisita! Anggota Komisi III DPRD Kota Samarinda, Abdul Rohim setelah menghadiri peringatan HLH 2026 di kawasan Kampung Baqa, Seberang, Selasa (30/6/2026) membawa oleh-oleh untuk anak cucu kita.

Politisi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) ini menyampaikan bahwa substansi utama dari setiap peringatan hari besar lingkungan adalah menyadarkan kembali tanggung jawab kolektif manusia terhadap bumi yang dipijaknya.

Tanggung jawab itu bisa dimulai dari rumah. Salah satunya memilah sampah. Nah, apa saja klasifikasi untuk memilah sampah?

    1. Sampah Organik
      Sampah yang mudah membusuk dan terurai secara alami.
      Contoh: Sisa makanan, kulit buah, dan dedaunan.

    1. Sampah Anorganik
      Sampah yang tidak mudah terurai atau membutuhkan waktu ratusan tahun untuk terurai di alam.
      Contoh: Botol plastik, kaleng, kaca, dan kertas.

    1. Sampah B3 (Bahan Berbahaya dan Beracun)
      Sampah yang mengandung bahan berbahaya, beracun, atau infeksius sehingga dapat merusak lingkungan dan kesehatan.
      Contoh: Baterai bekas, lampu neon, dan obat kedaluarsa.

Sudah tau, kan, jenis sampah apa saja yang perlu dipilah. Jadi melalui peringatan ini Abdul Rohim tidak bosan mengingatkan kepada warga Kota Tepian untuk berkontribusi dalam mengurangi timbunan sampah di Tempat Pembuangan Akhir.

“Semua jenis peringatan itu sebenarnya adalah momentum. Momentum untuk mengingatkan dan menyadarkan kembali tentang substansi dari apa yang sedang diperingati,” ujar Abdul Rohim.

Menurutnya, aksi nyata merawat lingkungan hidup hari ini memiliki dampak jangka panjang yang krusial. Ia mengajak seluruh lapisan masyarakat dan pemangku kebijakan untuk berkontribusi secara nyata, mulai dari skala terkecil hingga besar.

“Substansinya adalah menjaga dan ikut berkontribusi untuk merawat. Agar lingkungan kita ini bukan hanya bisa kita rasakan manfaatnya untuk generasi kita sekarang, tapi juga untuk generasi anak cucu kita ke depan,” pungkasnya penuh harap.

Sobat, setiap hari TPA di Kota Samarinda mendapat kiriman 600 ton sampah. Mari kita jadikan oleh-oleh Abdul Rohim dari peringatan HLH sebagai pendorong semangat kita untuk hadiah kepada anak cucu di masa depan. (Tr/Adv/DPRD Samarinda)

Related Posts

1 of 7