Ekonomi Kreatif

780 Ribu Merchant Kini ‘Melek’ QRIS, Transaksi Tembus Rekor Baru

Nisita.info – Sektor ekonomi kreatif (Ekraf) di Kalimantan Timur semakin menunjukkan tajinya di era digital. Hal ini tercermin dari lonjakan signifikan jumlah pelaku usaha atau merchant yang mengadopsi sistem pembayaran non-tunai berbasis QRIS.

Hingga November 2025, tercatat sebanyak 780,6 ribu merchant di Benua Etam telah menggunakan QRIS, naik pesat dari bulan sebelumnya yang berjumlah 763,1 ribu.

Masifnya adopsi QRIS oleh para pelaku Ekraf, mulai dari kedai kopi kekinian, pengrajin wastra, hingga pelaku jasa kreatif, berbanding lurus dengan antusiasme konsumen. Data Bank Indonesia menunjukkan jumlah pengguna QRIS di Kaltim kini menyentuh angka 841,6 ribu orang.

Kepala Perwakilan Bank Indonesia (KPw BI) Kalimantan Timur, Budi Widihartanto, menyebutkan bahwa sepanjang November 2025, nominal transaksi QRIS di wilayah ini mencatatkan angka yang fantastis.

Tren ini menandakan bahwa digitalisasi bukan lagi sekadar pelengkap, melainkan kebutuhan utama dalam ekosistem ekonomi kreatif.

“Kenaikan jumlah pengguna dan merchant QRIS menunjukkan kepercayaan masyarakat terhadap sistem pembayaran yang praktis, aman, dan efisien semakin tinggi,” ungkap Budi.

Selain sisi pembayaran, gairah sektor ekonomi juga terlihat dari penyaluran kredit perbankan yang tumbuh 3,90% (yoy). Menariknya, pertumbuhan ini didominasi oleh kredit konsumsi dan investasi.

Bagi pelaku ekonomi kreatif, kemudahan akses kredit investasi menjadi peluang besar untuk melakukan peningkatan skala usaha (scale-up), seperti pengadaan peralatan teknologi atau renovasi ruang kreatif.

Stabilitas keuangan di Kaltim pun tetap terjaga dengan tingkat Non-Performing Loan (NPL) yang sangat rendah, yakni 1,70%. Ini menjadi sinyal positif bahwa pelaku usaha di Kaltim, termasuk di sektor kreatif, memiliki kemampuan manajemen keuangan yang cukup disiplin.

Meski QRIS melesat, Budi mencatat adanya dinamika lain, di mana penghimpunan Dana Pihak Ketiga (DPK) mengalami kontraksi sebesar 6,74% (yoy). Selain itu, peredaran uang tunai di Kaltim mencatatkan posisi net outflow sebesar Rp491,2 miliar.

Pergeseran perilaku dari uang tunai ke digital ini diharapkan terus mendorong pelaku Ekraf lokal untuk semakin inovatif.

Dengan ekosistem pembayaran yang sudah terbentuk luas, produk kreatif dari Kalimantan Timur kini memiliki peluang lebih besar untuk bersaing tidak hanya di pasar lokal, tetapi juga menjangkau pasar nasional melalui kemudahan transaksi digital.(Prb/ty)

Related Posts

1 of 10