Warta Utama

Sinyal Internet Kini Menjangkau Jantung Mahakam Ulu

Nisita.info – Dahulu, bagi warga di pelosok Kabupaten Mahakam Ulu (Mahulu), dunia luar terasa begitu jauh.

Jarak geografis yang dipisahkan oleh riam dan hutan lebat seringkali membuat informasi terlambat sampai. Namun kini, sekat-sekat itu mulai runtuh. Sebuah kotak kecil pemancar sinyal di kantor desa telah mengubah segalanya.

Melalui program unggulan “Gratispol Internet Desa” yang diusung Gubernur, wajah digital Kalimantan Timur kini menyentuh garis batas negara.

Kabar membanggakan datang dari Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kaltim, Muhammad Faisal. Dalam audiensi bersama Komisi I DPRD Mahulu, Jumat (23/1/2026), Faisal mengungkapkan sebuah capaian penting: seluruh 50 desa atau kampung di Mahakam Ulu kini telah terlayani akses internet.

“Hingga Desember 2025, sebanyak 802 desa sudah terpasang dari total 841 desa se-Kaltim. Di Mahakam Ulu sendiri, semua 50 desa sudah terlayani, baik melalui jalur fiber optik maupun satelit (VSAT),” jelas Faisal di hadapan para wakil rakyat Mahulu.

Langkah ini merupakan bentuk intervensi nyata Pemprov Kaltim. Mengingat wilayah dengan populasi sedikit seringkali kurang dilirik oleh investor swasta, negara hadir untuk memastikan bahwa internet bukan lagi barang mewah, melainkan hak dasar setiap warga.

Fokus utama pemasangan akses internet ini adalah di kantor-kantor desa. Tujuannya jelas: mempercepat pelayanan publik agar administrasi warga tidak lagi terhambat kendala sinkronisasi data. Namun, manfaatnya meluas lebih dari sekadar urusan birokrasi.

Di luar jam kerja, jaringan WiFi di kantor desa dibuka untuk masyarakat. Anak-anak sekolah kini bisa mengakses materi belajar daring, dan para pelaku UMKM lokal mulai bisa memasarkan produknya ke luar Mahulu.

Meski demikian, Faisal memberikan catatan penting bahwa kemudahan ini harus dibarengi dengan peningkatan literasi digital agar masyarakat tidak terjerumus dalam dampak negatif dunia maya.

Ketua Komisi I DPRD Mahakam Ulu, Martin Hat, memberikan apresiasi sekaligus catatan kritis atas program ini. Ia tak menampik bahwa internet telah menjadi napas baru bagi warganya, namun stabilitas jaringan tetap menjadi pekerjaan rumah yang harus dikawal.

“Internet sekarang sudah jadi kebutuhan utama. Ada desa yang jaringannya sudah bagus, tapi kadang masih putus-putus. Ini jadi catatan penting yang kami bawa dari aspirasi warga Mahulu,” ujar Martin.

Program internet desa ini adalah bukti bahwa pembangunan tidak lagi hanya berpusat di kota besar seperti Samarinda atau Balikpapan. Dengan tersambungnya 50 desa di Mahakam Ulu, Kaltim sedang membangun “jembatan udara” yang menghubungkan potensi daerah terpencil dengan pasar global.

Di tengah rencana besar pembangunan Ibu Kota Nusantara (IKN), konektivitas di wilayah penyangga seperti Mahakam Ulu menjadi krusial. Sinyal yang kini stabil di hulu Mahakam adalah simbol bahwa Kalimantan Timur siap melangkah menjadi provinsi digital yang berdaulat dan inklusif.(KRV/pt/*)

Related Posts

1 of 19