Warta Utama

Operasi Bulusaraung Berakhir, Seluruh Korban Pesawat ATR 42-500 Ditemukan

Nisita.info – Setelah tujuh hari perjuangan melawan medan ekstrem dan cuaca buruk di kawasan Pegunungan Bulusaraung, Kabupaten Pangkep, Sulawesi Selatan, operasi pencarian dan evakuasi pesawat ATR 42-500 resmi dinyatakan berakhir.

Seluruh korban berhasil ditemukan hingga Jumat (23/1/2026), menutup babak duka yang menyelimuti tanah air.

Direktur Jenderal Pengawasan Sumber Daya Kelautan dan Perikanan (PSDKP), Dr. Pung Nugroho Saksono (Ipunk), menyampaikan rasa haru dan apresiasi mendalam atas tuntasnya misi kemanusiaan tersebut.

Dalam pernyataannya pada Sabtu (24/1/2026), Ipunk memuji sinergi tanpa batas antara Basarnas, TNI, Polri, Kemenhub, Pemerintah Daerah Pangkep dan Maros, serta relawan masyarakat.

“Kami bangga atas keberanian dan keberhasilan para pejuang kemanusiaan di lapangan. Pengorbanan waktu, tenaga, bahkan risiko keselamatan para petugas di medan ekstrem Bulusaraung adalah wujud nyata nilai kemanusiaan yang tinggi,” ujar Ipunk.

Di balik tuntasnya evakuasi, awan hitam menggelayut di lingkungan Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP). Tiga pegawai terbaik Ditjen PSDKP menjadi korban dalam kecelakaan nahas tersebut saat tengah menjalankan tugas negara dalam misi pengawasan sumber daya laut Indonesia.

Mereka adalah Feri Irawan, Deden Mulyana, dan Yoga Noval, yang tergabung dalam Tim Air Surveillance. Ketiganya dikenal sebagai sosok berdedikasi tinggi yang menjadi garda terdepan dalam menjaga kedaulatan kekayaan laut Nusantara.

“Kepergian mereka adalah kehilangan besar bagi bangsa. Mereka adalah syuhada dan patriot yang wafat saat menjaga amanah negara. Pengabdian mereka menjadi pengingat betapa berat dan mulianya tugas menjaga kedaulatan sumber daya nasional,” ungkap Ipunk dengan nada getir.

Meskipun operasi evakuasi telah ditutup, duka dan penghormatan bagi para korban terus mengalir. Para petugas yang terlibat dalam operasi ini disebut Ipunk sebagai teladan bagi generasi bangsa karena telah menunjukkan bahwa profesionalisme dan rasa kemanusiaan mampu menaklukkan rintangan alam yang paling ganas sekalipun.

Keluarga besar KKP dan seluruh instansi terkait kini fokus pada proses tindak lanjut bagi keluarga korban, seraya mendoakan agar para patriot yang gugur mendapatkan tempat terbaik di sisi Tuhan Yang Maha Esa.(Sumber laporan Muhammad Fadhli)

Related Posts

1 of 23