Nisita.info – Anggota Komisi VI DPR RI, Mulan Jameela, akhirnya angkat bicara terkait derasnya arus disinformasi di media sosial yang menyeret namanya. Melansir pemberitaan dari BisnisMarket.com, politisi Fraksi Partai Gerindra tersebut secara tegas membantah telah mengeluarkan pernyataan negatif yang menyudutkan profesi guru.
Klarifikasi ini dikeluarkan setelah sebuah narasi hoaks viral dan memicu kegaduhan di ruang publik. Mulan menegaskan bahwa tuduhan tersebut tidak berdasar dan mencederai rasa hormatnya terhadap dunia pendidikan.
Dalam keterangan tertulisnya, Senin (8/4), Mulan menjelaskan bahwa secara organisasi di parlemen, ruang lingkup kerjanya di Komisi VI sama sekali tidak bersentuhan langsung dengan isu pendidikan maupun keguruan yang menjadi ranah Komisi X.
“Ruang gerak saya di Komisi VI itu tidak membahas tentang guru. Saya percaya rekan-rekan saya di Komisi X DPR RI sedang berjuang memberikan yang terbaik untuk para guru kita tercinta,” ujar Mulan sebagaimana dilansir dari BisnisMarket.com.
Ia menambahkan bahwa seluruh aspirasi dan kegiatan kedewanan yang ia lakukan selalu dipublikasikan secara transparan melalui kanal media sosial resminya. Hingga saat ini, tidak ada satu pun pernyataan yang selaras dengan tuduhan viral tersebut.
Ajakan Tabayun di Tengah Pusaran Hoaks
Lebih lanjut, sosok yang juga dikenal sebagai figur publik ini mengungkapkan kekecewaannya karena narasi palsu tersebut menyerang institusi guru yang sangat ia hormati. Ia menekankan bahwa kontribusi guru sangat krusial dalam mencerdaskan anak bangsa dan membangun NKRI.
Terkait maraknya persebaran informasi yang menyesatkan, Mulan mengimbau masyarakat untuk mengedepankan prinsip cek dan ricek atau tabayun.
“Semoga dengan pernyataan terbuka ini, kita semua bisa lebih bijak dalam menerima berita. Saya berharap kita mampu belajar untuk berhenti masuk ke dalam pusaran berita hoaks yang merugikan banyak pihak,” tutupnya di penghujung Ramadan ini.
Melalui klarifikasi resmi tersebut, diharapkan simpang siur mengenai pernyataan yang memojokkan guru dapat segera berakhir, sehingga publik kembali fokus pada isu-isu produktif di tengah masa arus balik Lebaran.(tr)















