antangan terbesar dari sports tourism berbasis alam adalah manajemen sampah (waste management) dan jejak karbon yang ditinggalkan oleh ribuan pelari. Jika penyelenggara gagal mengeksplorasi konsep green event, narasi pariwisata berkelanjutan yang digaungkan Kemenpar hanya akan berakhir di atas kertas siaran pers.
Nisita.info – Dunia pariwisata Indonesia sedang mengalami pergeseran paradigma yang cukup radikal. Era mass tourism yang hanya mengejar kuantitas kepala mulai ditinggalkan, digantikan oleh cetak biru baru: pariwisata berkualitas (quality tourism).
Langkah taktis terbaru dari Kementerian Pariwisata (Kemenpar) yang meluncurkan “Geopark Run Series 2026–2027” pada akhir pekan lalu menjadi sinyal kuat ke mana arah perputaran uang di sektor ini akan bermuara.
Pemerintah tidak lagi sekadar menjual keindahan alam yang pasif. Melalui integrasi sports tourism (wisata olahraga), lanskap bumi yang purba seperti kawasan Geopark kini disulap menjadi lintasan lari internasional.
Secara ekonomi, keputusan Kemenpar mendukung Gamatera dan Beyond Run dalam menginisiasi serial lari di empat UNESCO Global Geoparks (Ijen, Minang, Ciletuh, dan Belitong) adalah strategi berdasar kalkulasi matang, bukan sekadar tren musiman.
Data dari UN Tourism melukiskan pertumbuhan yang menggiurkan: sports tourism menyumbang sekitar 10% dari total belanja wisata global dan diproyeksikan melonjak hingga 17,5% pada periode hingga 2030. Sektor ini melahirkan segmen pasar baru yang disebut high spenders—wisatawan dengan daya beli tinggi yang rela merogoh kocek rata-rata hingga 1.500 dolar AS (sekitar Rp24 juta) per kunjungan.
Berbeda dengan turis biasa yang sensitif terhadap harga, para pelari dan komunitas pendukungnya cenderung:
-
Memiliki masa tinggal (length of stay) yang lebih lama karena membutuhkan waktu adaptasi fisik sebelum bertanding.
-
Membawa keluarga atau kru, yang berarti otomatis melipatgandakan okupansi hotel dan transportasi lokal.
-
Mendorong perputaran uang langsung pada sektor mikro (UMKM kuliner, kerajinan tangan, dan pemandu wisata lokal).
PROYEKSI PERTUMBUHAN SPORTS TOURISM (GLOBAL)
| Tahun | Pangsa Belanja Wisata Global |
|-------------|------------------------------|
| 2023 | 10% |
| 2026 - 2030 | Proyeksi naik hingga 17,5% |

Menteri Pariwisata Widiyanti Putri Wardhana menegaskan bahwa ajang ini mengusung semangat keberlanjutan dan inklusivitas. Di sinilah letak ujian sebenarnya dari sebuah analisis kebijakan pariwisata. Menjaga keseimbangan antara komersialisasi ajang olahraga dengan konservasi lingkungan Geopark adalah tantangan utama pemerintah daerah.
Banyuwangi, yang ditunjuk sebagai pembuka lewat Ijen Geopark Run pada 23 Agustus 2026 nanti, tampaknya sudah mencuri start dalam kesiapan mitigasi dampak ekonomi. Bupati Ipuk Fiestiandani menargetkan 2.000 peserta dengan komitmen pelibatan masyarakat lokal secara organik.
Sementara itu, dari sudut pandang sosiologis daerah, Wakil Bupati Sukabumi Andreas meletakkan beban komunikasi publik yang besar pada Ciletuh Geopark Run yang dijadwalkan Januari 2027. Bagi Sukabumi, event ini adalah alat rebranding yang vital untuk mengikis stigma negatif daerah rawan bencana menjadi daerah tujuan wisata dunia.
Target mengumpulkan 10.000 peserta lintas seri hingga April 2027 di Belitong bukan angka yang mustahil jika melihat tingginya animo komunitas lari pasca-pandemi. Keunggulan dari Geopark Run Series ini adalah efek domino jangka panjangnya. Status UNESCO Global Geoparks yang disandang oleh empat destinasi tersebut membutuhkan pemeliharaan visibilitas internasional secara konstan agar pengakuannya tidak dicabut.
Melalui kompetisi lari yang diulas secara digital di berbagai platform, promosi destinasi terjadi secara sukarela (user-generated content) oleh para peserta. Pada akhirnya, strategi Kemenpar kali ini membuktikan bahwa pariwisata modern tidak lagi berbicara tentang bagaimana mendatangkan orang untuk sekadar melihat, melainkan bagaimana membuat mereka bergerak, merasakan, dan pulang dengan dompet yang lebih ringan demi menghidupkan ekonomi lokal daerah. (tr/BK-Kemenpar)















