Halo, Sobat Nisita! Membicarakan draf kemajuan sebuah kota, tentu tidak melulu soal gedung-gedung tinggi atau jalanan yang mulus, bukan? Ada satu hal yang jauh lebih penting dan menjadi fondasi utama, yaitu kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) dan ketahanan keluarga warganya.
Nah, komitmen luar biasa untuk mengawal masa depan anak-cucu kita inilah yang terus dibuktikan oleh jajaran Komisi IV DPRD Kota Samarinda, Senin (13/7/2026).
Lewat Rapat Dengar Pendapat (RDP) hangat penuh sinergi bersama Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DPPKB) Kota Samarinda, legislatif membedah evaluasi program kerja 2026 sekaligus menyusun draf rencana kerja keren untuk tahun 2027 mendatang.
Wakil Ketua Komisi IV DPRD Kota Samarinda, Sri Puji Astuti, menjelaskan bahwa meskipun anggaran daerah saat ini tengah menghadapi dinamika efisiensi, jajaran legislatif tetap optimis dan berkomitmen penuh untuk mendorong optimalisasi draf program ketahanan keluarga.
Mau tahu apa saja 4 rekomendasi penting nan bersahabat yang dirumuskan untuk kenyamanan kita bersama? Yuk, simak draf poinnya di bawah ini, Sobat Nisita!
1. Satu Data untuk Semua: Kompak Turunkan Angka Stunting
Sobat Nisita, demi memastikan draf program prioritas seperti percepatan penurunan angka stunting berjalan makin efektif di lapangan, Komisi IV mengajak seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) untuk bergandengan tangan dan menepis jauh-ego sektoral. Kuncinya adalah integrasi data yang seragam, rapi, dan transparan antara Dinas KB, Dinas Sosial, dan Dinas Kesehatan.
“Kami mengharapkan tidak ada lagi ego sektoral. Terutama untuk penurunan stunting, harus menggunakan konsep satu data yang akurat—mulai dari jumlah posyandu, jumlah ibu hamil, hingga anak rentan stunting—agar alokasi anggaran kita benar-benar tepat sasaran,” ujar Sri Puji Astuti dengan penuh keramahan.
2. Pembangunan Manusia: Investasi Jangka Panjang yang Tak Ternilai
Berbeda dengan proyek fisik yang hasilnya langsung kelihatan dalam hitungan bulan, pembangunan ketahanan keluarga dan draf SDM memiliki keunikan tersendera. Anggaran yang dialokasikan hari ini adalah draf investasi jangka panjang yang sangat bernilai untuk masa depan Kota Tepian.
“Pembangunan manusia ini hasilnya tidak instan terlihat seperti proyek fisik. Tapi 20 tahun yang akan datang, barulah kita akan melihat kualitas generasi emas kita. Ini sangat selaras dengan visi misi Pemerintah Kota Samarinda dalam memprioritaskan kualitas SDM,” tambah Puji menjelaskan konsep masa depan dengan penuh optimisme.
3. Dukung Penuh Transisi Seru Wajib Belajar 13 Tahun
Menyambut arah kebijakan pendidikan nasional mengenai wajib belajar 13 tahun (termasuk draf satu tahun di jenjang Pendidikan Anak Usia Dini/PAUD), Komisi IV menyatakan dukungannya secara total. Puji menekankan bahwa pembentukan karakter mandiri dan disiplin anak mutlak dimulai dari kehangatan rumah dan diperkuat di jenjang PAUD.
Hebatnya lagi, legislatif juga mendorong adanya perhatian dan pembinaan berkala terhadap kapasitas para pengajar PAUD kita, khususnya lembaga PAUD swasta yang selama ini mendominasi dan berjasa besar di Kota Samarinda.
4. Apresiasi dan Kesejahteraan untuk Ujung Tombak Lapangan
Sobat Nisita tentu akrab dengan para kader Posyandu dan Tim Pendamping Keluarga (TPK) yang selalu ceria menyapa warga, kan? Sebagai ujung tombak dengan hadirnya konsep Posyandu Integrasi Layanan Primer (ILP), peran mereka sangatlah vital.
Oleh karena itu, Komisi IV berkomitmen untuk terus menyuarakan peningkatan draf kesejahteraan atau insentif bagi para kader hebat di tingkat basis ini. Tidak hanya itu, DPRD juga mendorong komitmen pembenahan sarana fisik seperti perbaikan Balai Penyuluhan KB di tingkat kecamatan agar pelayanan kepada warga bisa berjalan lebih optimal, nyaman, dan bikin betah.
Melalui kemitraan yang harmonis dan pengawasan yang terukur bersama OPD terkait, Komisi IV DPRD Kota Samarinda optimis bahwa ketahanan keluarga dan kualitas generasi muda di Kota Tepian akan terus mengalami draf peningkatan yang signifikan. Yuk, kita dukung bersama! (Tr/Adv/DPRD Samarinda)















