DPRD Kota Samarinda

Sssstt…! Komisi III DPRD Samarinda Ajak Bangun Budaya Sadar Bencana

Halo, Sobat Nisita! Coba deh ingat-ingat, kapan terakhir kali kamu mengecek saluran air di depan rumah? Juga sekadar tahu apa yang harus dilakukan pertama kali kalau tetiba terjadi kondisi darurat? Ya, seperti banjir atau kebakaran di lingkungan sekitar kita.

Sering kali kita baru sibuk dan panik saat bencana sudah datang di depan mata. Padahal, kunci utama keselamatan kota itu bukan cuma soal seberapa cepat petugas datang menolong, melainkan seberapa tangguh kita dalam melakukan pencegahan sejak dini.

Nah, semangat inilah yang sedang digelorakan oleh para wakil rakyat kita di Komisi III DPRD Kota Samarinda. Lewat Rapat Dengar Pendapat (RDP) hangat bersama jajaran Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Samarinda, mereka sepakat untuk mengubah cara pandang kita dalam menghadapi bencana: Mencegah jauh lebih baik daripada mengobati!

Gak Boleh Abai, Saatnya Bergerak Sebelum Kejadian!

Sobat Nisita, tantangan geografis Kota Samarinda menuntut kita semua untuk selalu siaga. Ketua Komisi III DPRD Kota Samarinda, Deni Hakim Anwar, mengingatkan bahwa postur pertahanan kota yang paling hebat adalah ketika pemerintah dan warganya punya frekuensi yang sama dalam membaca risiko lingkungan. Kita harus kompak untuk tidak bersikap reaktif.

“Poin pentingnya adalah di tengah kondisi Kota Samarinda saat ini, kita tidak boleh abai terhadap bencana. Kita tidak ingin menjadi pihak yang baru datang atau bergerak setelah kejadian itu ada. Sebaliknya, kita ingin memaksimalkan langkah pencegahan sejak awal,” ujar Deni Hakim Anwar dengan nada penuh optimisme.

Bapemperda dan Komisi III menginginkan agar edukasi kebencanaan ke depannya bukan cuma jadi agenda seremonial yang membosankan. Komisi III mendesak BPBD untuk memperluas kemitraan suportif langsung ke tingkat RT dan komunitas pemuda.

Tujuannya keren banget, Sobat Nisita: biar tiap individu di Samarinda punya skill mandiri untuk menyelamatkan diri dan draf lingkungan sekitar saat situasi darurat terjadi.

Kabar Baik: Indeks Ketahanan Kota Kita Ternyata Tinggi!

Di balik draf pekerjaan rumah yang harus kita selesaikan bersama, ada draf kabar baik yang bikin kita boleh sedikit bernapas lega sekaligus bangga. Dalam RDP tersebut, legislatif membedah data Indikator Kinerja Utama (IKU) pemerintah kota di sektor kebencanaan yang menunjukkan draf grafik sangat positif.

Saat ini, berkat kerja keras semua lini, indeks risiko bencana Kota Samarinda berhasil ditekan hingga menyentuh angka terendah di kisaran 72 sekian. Performa ini klop banget dengan Indeks Ketahanan Daerah (IKD) Samarinda yang sukses mencatatkan kategori tinggi di angka 0,90 sekian!

Angka-angka ini membuktikan kalau sistem proteksi keselamatan di Kota Tepian perlahan tapi pasti terus membaik.

“Edukasi kebencanaan ini harus menyentuh seluruh lapisan warga Kota Samarinda agar masing-masing individu memiliki kesepahaman yang sama. Melalui penguatan mitigasi dan mempertahankan nilai IKD kita yang sudah tinggi, kita berkomitmen untuk terus menekan indeks risiko bencana demi kenyamanan seluruh masyarakat,” ujar Deni dengan penuh semangat.

Yuk, Sobat Nisita, kita sambut ajakan baik ini! Mulai hari ini, mari kita bangun budaya sadar bencana dari lingkungan terkecil kita sendiri. Karena kota yang aman dan nyaman, dimulai dari draf kepedulian kita bersama. (Tr/Adv/DPRD Samarinda)

Related Posts

1 of 10