Sekolah-Kampus

Jurusan Akuntansi Polnes Gelar Sosialisasi Pencegahan Investasi Bodong di SMKN 8 Samarinda

Nisita.info, SAMARINDA —  Meningkatkan literasi keuangan sejak dini sekaligus membentengi generasi muda dari ancaman penipuan berkedok investasi, Jurusan Akuntansi Politeknik Negeri Samarinda (Polnes) menggelar kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) bertempat di Aula SMK Negeri 8 Samarinda.

Kegiatan yang dipimpin oleh Muhammad Khozin Ahyar selaku Ketua Tim PKM ini mengusung tema “Sosialisasi dan Edukasi Pasar Modal dalam Rangka Pencegahan Investasi Bodong di Kota Samarinda”. Acara tersebut disambut antusias oleh 110 peserta yang terdiri dari siswa-siswi serta para guru pendamping SMKN 8 Samarinda.

Ketua Tim PKM, Muhammad Khozin Ahyar, berharap kegiatan ini dapat memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat, khususnya civitas akademika SMKN 8 Samarinda, agar lebih bijak dalam mengelola keuangan dan terhindar dari jeratan investasi ilegal.

“Melalui edukasi ini, para pelajar dan guru diharapkan mampu menjadi agent of change yang menyebarkan literasi pasar modal yang sehat dan aman di lingkungan sekolah maupun masyarakat Kota Samarinda secara lebih luas,” harapnya.

Dalam pelaksanaannya, Tim PKM Jurusan Akuntansi Polnes menghadirkan dua narasumber ahli di bidang keuangan dan pasar modal. Narasumber pertama, Aldila Bandaro selaku Deputi Kepala Wilayah Bursa Efek Indonesia (BEI) Kaltim-Kaltara, membawakan materi “Edukasi Publik IDX dan SPM Basic”.

Aldila Bandaro  dalam pemaparannya, menekankan pentingnya konsep perencanaan keuangan sejak dini (“fail to plan, plan to fail”), serta membedakan antara savings (menabung) dan investment (investasi).

Beliau juga memperkenalkan prinsip 3P (Paham, Punya, Pantau) sebagai panduan utama masyarakat untuk menjadi investor cerdas:

  • Paham: Memahami tujuan investasi, profil risiko diri sendiri, serta legalitas dan karakteristik produk sebelum membeli.
  • Punya: Membuka rekening efek secara resmi, memiliki sarana akses (AKSes), serta menjaga kerahasiaan data pribadi (username dan password).
  • Pantau: Memantau kinerja perusahaan, pergerakan harga, serta berita keuangan secara berkala.

Narasumber kedua, Erizon Sandy Fajar Edward Parlindungan Situmorang dari KISI Sekuritas (Korea Investment dan Sekuritas Indonesia), memaparkan materi teknis bertajuk “Value Investing untuk Pemula”.

Dalam penjelasannya, Erizon Sandy membandingkan dampak inflasi terhadap uang tunai biasa dengan potensi compound interest (bunga berbunga) dari investasi jangka panjang. Beliau juga menyampaikan beberapa poin kunci bagi investor pemula:

  • Prinsip High Risk, High Return: Memahami bahwa potensi imbal hasil yang makin tinggi selalu berbanding lurus dengan risiko investasi (seperti risiko inflasi pada kas, gagal bayar pada SBN, hingga delisting pada saham).
  • Strategi Value Investing: Mengadopsi metode investasi rasional berbasis analisis fundamental—yakni membeli saham perusahaan berkinerja baik saat harganya diskon (underpriced) dan menjualnya ketika berada di atas nilai intrinsiknya (premium).
  • Manajemen Portofolio & Alokasi Aset: Membagi portofolio secara bijak (konservatif, moderat, atau agresif) sesuai profil risiko, serta melakukan diversifikasi sektor industri agar tidak menempatkan seluruh dana pada satu instrumen saja (“don’t put your eggs in one basket”).

 

 

 

 

 

 

Related Posts

1 of 9