Pendidikan

Pemerintah Luncurkan Strategi ‘Maraton’ Manajemen Talenta Murid

Nisita.info, Jakarta – Kabar gembira bagi para siswa berprestasi di seluruh penjuru Nusantara. Pemerintah melalui Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) resmi memperkuat kebijakan Manajemen Talenta Murid melalui lahirnya Permendikdasmen Nomor 25 Tahun 2025.

Kebijakan ini menandai pergeseran besar dalam cara negara memandang prestasi siswa. Jika sebelumnya pengembangan bakat sering kali hanya bersifat insidental atau berbasis lomba (event based), kini pemerintah beralih ke pendekatan berbasis sistem (system based) yang terstruktur dan berkelanjutan.

Kepala Pusat Prestasi Nasional (Puspresnas), Maria Veronica Irene Herdjiono, mengibaratkan manajemen talenta ini bukan sebagai lari sprint (cepat), melainkan lari maraton yang memerlukan estafet sinergi antara sekolah, daerah, hingga pusat.

Untuk memastikan tidak ada “mutiara” yang tertinggal di daerah, Kemendikdasmen menetapkan lima tahapan sistematis:

  1. Identifikasi: Pemetaan minat dan bakat sejak dini di sekolah melalui ekstrakurikuler.

  2. Pengembangan: Wadah pembinaan bakat melalui program Bina Talenta Indonesia.

  3. Aktualisasi: Pembuktian kemampuan melalui ajang kompetisi (seperti OSN, O2SN, FLS3N) maupun non-kompetisi.

  4. Apresiasi: Pemberian penghargaan berupa beasiswa dan fasilitasi karier belajar.

  5. Kapitalisasi: Memberdayakan alumni berprestasi untuk menginspirasi lingkungan sekitarnya.

Salah satu terobosan utama dalam regulasi ini adalah penggunaan Sistem Informasi Manajemen Talenta (SIMT). Sistem ini berfungsi sebagai pangkalan data nasional yang mencatat setiap rekam jejak prestasi murid.

“SIMT menjadi gerbang utama agar seluruh prestasi dan talenta murid tercatat secara nasional, terkurasi, dan terintegrasi dengan sistem penerimaan murid baru maupun karier belajar,” jelas Mariman Darto, Staf Ahli Mendikdasmen Bidang Manajemen Talenta, dalam Taklimat Media di Jakarta (2/2).

Hingga saat ini, tercatat baru sekitar 379 ribu murid unggul yang teridentifikasi dari total 40 juta murid di Dapodik. Dengan SIMT, pemerintah optimistis jangkauan identifikasi talenta akan semakin inklusif hingga ke pelosok daerah.

Pemerintah tidak main-main dalam memberikan apresiasi. Pada tahun 2026, telah disiapkan lebih dari 6.000 Beasiswa Talenta Indonesia, hasil kerja sama antara Kemendikdasmen dan LPDP.

Beasiswa ini mencakup peluang studi di perguruan tinggi top nasional maupun internasional, baik untuk jenjang gelar (degree) maupun non-gelar (non-degree). Sasaran utamanya adalah para juara di tingkat nasional dan internasional yang telah dikurasi oleh Puspresnas.

Staf Ahli Bidang Regulasi, Biyanto, menekankan bahwa manajemen talenta ini tidak hanya melirik bidang akademik seperti sains atau matematika. Bidang non-akademik seperti seni, olahraga, dan karakter juga mendapatkan ruang pengakuan yang setara.

“Kita ingin melahirkan anak-anak hebat yang mengharumkan nama negara di level dunia, apa pun latar belakang bakatnya,” ujar Biyanto.

Dengan target implementasi optimal pada periode 2026–2030, kebijakan ini diharapkan menjadi fondasi kuat bagi Indonesia untuk menciptakan budaya unggul yang kompetitif di kancah global, sekaligus mewujudkan visi besar: Pendidikan bermutu untuk semua.(BKHM-KPDM/*)

Related Posts

1 of 10