Uncategorized

Gema Paskah di Balik Hamparan Sawit, Perjumpaan Iman Anak-Anak Bengalon

Nisita.info, Bengalong — Matahari baru saja meninggi di ufuk timur Bengalon ketika deru mesin kendaraan memecah kesunyian jalanan sepanjang 112 kilometer dari Sangatta. Perjalanan dua jam membelah hutan dan perkebunan sawit itu bukan sekadar perjalanan dinas biasa bagi Pengawas Madya Kementerian Agama Kutai Timur.

Hari itu, Jumat (17/4), ada misi penting yang menanti di ujung jalan: menyemai benih harapan bagi anak-anak di pelosok. SD Anugerah Abadi 1 Bengalon, sebuah sekolah yang berdiri kokoh di tengah area perkebunan PT Anugerah Abadi, menjadi saksi bisu perayaan Paskah perdana yang penuh khidmat.

Di tempat ini, jauh dari riuh rendah perkotaan, anak-anak karyawan perkebunan merayakan perjumpaan iman yang menghidupkan. Suasana sekolah perkebunan yang sederhana justru menjadi ladang subur bagi penyampaian Firman Tuhan. Uniknya, pesan-pesan teologis yang berat dikemas secara kontekstual agar dekat dengan keseharian para murid.

Narasumber mengaitkan kisah kerendahan hati Yesus Kristus dengan nilai-nilai kebersamaan keluarga di lingkungan perkebunan. Kasih digambarkan bukan sebagai retorika, melainkan tindakan nyata seperti tolong-menolong antar sesama di lingkungan tempat tinggal mereka. Pendekatan ini membuat pesan Paskah terasa lebih “membumi” dan mudah dicerna oleh anak-anak kelas I hingga VI.

Terang Harapan di Ufuk Bengalon

Puncak acara menyentuh sisi emosional para siswa ketika narasi tentang kebangkitan Kristus dikumandangkan. Kebangkitan digambarkan ibarat matahari pagi yang mengusir kabut di perkebunan sawit Bengalon—sebuah simbol kemenangan atas ketakutan dan lahirnya pengharapan baru.

“Murid-murid diajak untuk tidak takut, melainkan hidup dalam iman dan keberanian sebagai anak-anak terang,” tulis laporan kegiatan tersebut.

Antusiasme pun pecah. Para siswa tidak hanya duduk diam mendengarkan, tetapi merespons dengan sukacita yang tulus. Bagi banyak murid di sini, kehadiran pengawas dari kabupaten dan perayaan Paskah resmi di sekolah adalah momen langka yang membangkitkan kebanggaan identitas serta spiritualitas mereka.

Paskah perdana ini bukan sekadar seremoni keagamaan, melainkan tonggak sejarah bagi SD Anugerah Abadi 1 Bengalon. Pihak sekolah berharap kegiatan ini mampu membangun karakter dan kehidupan iman murid-murid sejak dini.

Dari balik rimbunnya pohon sawit di Kutai Timur, sebuah pesan kuat dikirimkan: bahwa akses terhadap bimbingan mental dan spiritual harus menjangkau hingga ke titik terjauh. Murid-murid ini kini memikul “misi” kecil di pundak mereka—menjadi saksi kasih di sekolah, di rumah, dan di tengah lingkungan perkebunan tempat mereka tumbuh. (Hms/Ra/*)

Related Posts

1 of 2