Nusantara Raya

KBM di Aceh Tamiang Kembali Normal

Nisita.info, Aceh Tamiang – Aktivitas belajar mengajar di Kabupaten Aceh Tamiang kini mulai berjalan normal kembali setelah sempat terdampak bencana banjir.

Meski beberapa sekolah masih dalam proses pembersihan halaman, Pemerintah melalui Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) telah memastikan dukungan penuh untuk mempercepat pemulihan fasilitas pendidikan di wilayah tersebut.

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Aceh Tamiang, Sepriyanto, menargetkan seluruh proses pembersihan sisa material banjir dapat dituntaskan dalam satu hingga dua minggu ke depan. Upaya ini didukung langsung oleh bantuan dana operasional dari pemerintah pusat.

Dukungan tersebut disambut baik oleh para praktisi pendidikan di lapangan. Kepala SDN Tanjung Binjai, Rosydha Tanjung, menyampaikan apresiasinya atas bantuan dana pembersihan sekolah yang diberikan oleh Kemendikdasmen.

“Dana tersebut sudah saya gunakan untuk semua kegiatan pembersihan sekolah dengan membeli alat-alat kebersihan dan biaya yang digunakan selama pembersihan berlangsung,” jelas Rosydha.

Hal senada diungkapkan Hasanah Lubis, perwakilan guru SDN Tanjung Binjai. Menurutnya, bantuan tersebut sangat vital untuk menghidupkan kembali gairah pembelajaran. “Alhamdulilah, sekolah kami sudah aktif lagi seperti semula. Terima kasih Bapak Menteri,” tuturnya antusias.

Bantuan ini merupakan realisasi komitmen yang disampaikan Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen), Abdul Mu’ti, saat berkunjung ke Aceh Tamiang pada 5 Januari 2026 lalu.

Dalam arahannya, Mendikdasmen menegaskan bahwa pendidikan tidak boleh terhenti meski dalam kondisi darurat.

“Anak-anak adalah harapan Indonesia masa depan. Jangan pernah berhenti bercita-cita dan jangan kehilangan semangat. Keterbatasan tidak boleh mematahkan tekad untuk terus belajar,” pesan Abdul Mu’ti saat itu.

Berdasarkan data per 5 Januari 2026, total bantuan pendidikan yang telah disalurkan di wilayah Aceh meliputi:

  • School Kit: 15.500 paket.

  • Tenda & Ruang Kelas Darurat: 97 tenda dan 100 ruang kelas darurat.

  • Dana Operasional Pendidikan Darurat: Rp11,2 miliar.

  • Dukungan Psikososial: Rp300 juta.

Sinergi antara pemerintah pusat dan daerah ini diharapkan dapat memastikan bahwa kehilangan akibat bencana tidak akan menghilangkan harapan serta cita-cita generasi penerus bangsa di Aceh.(BK-KPDM/*)

Related Posts

1 of 9