Warta Utama

Lowongan Sektor Formal Kaltim Naik, Pekerja Penuh Waktu Tembus 1,5 Juta Orang

Nisita.info – Data terbaru dari Survei Angkatan Kerja Nasional (Sakernas) November 2025 yang dirilis BPS Kalimantan Timur menyajikan potret ekonomi yang menarik. Meski jumlah angkatan kerja meningkat tipis, dinamika di dalamnya menunjukkan pergeseran ke arah kualitas pekerjaan yang lebih stabil.

Salah satu indikator paling positif dari data ini adalah kenaikan persentase pekerja formal yang mencapai 57,94%, naik 1,16% poin dibandingkan Agustus 2025. Hal ini sejalan dengan meningkatnya status pekerjaan buruh/karyawan/pegawai yang mendominasi pasar sebesar 54,06%.

Penguatan sektor formal mengindikasikan bahwa iklim investasi dan keberlanjutan usaha di Kaltim semakin stabil. Pekerja di sektor ini umumnya memiliki jaminan sosial dan pendapatan yang lebih terukur dibandingkan sektor informal.

Kabar baik lainnya datang dari produktivitas jam kerja. Angka setengah pengangguran (mereka yang bekerja kurang dari 35 jam namun masih mencari kerja) turun menjadi 4,33%. Begitu pula dengan pekerja paruh waktu yang turun signifikan sebesar 4,20% poin.

Penurunan ini menjadi bukti bahwa pasar kerja Kaltim berhasil mengoptimalkan tenaga kerja yang ada. Saat ini, hampir 80% tenaga kerja di Kaltim adalah pekerja penuh waktu. Hal ini menunjukkan bahwa lapangan usaha di Kaltim sudah mampu memberikan beban kerja yang maksimal, yang berkorelasi langsung pada peningkatan pendapatan rumah tangga.

Meskipun Kaltim identik dengan tambang, data Sakernas menunjukkan bahwa Perdagangan Besar dan Eceran kini menjadi penyerap tenaga kerja terbesar (18,38%), disusul oleh Pertanian (15,45%) dan sektor Akomodasi/Makan Minum (10,20%).

Munculnya sektor akomodasi dan perdagangan sebagai pilar penyerapan tenaga kerja mencerminkan adanya geliat ekonomi konsumsi yang kuat, kemungkinan besar dipicu oleh aktivitas jasa pendukung pembangunan daerah dan mobilitas penduduk yang tinggi.

Di balik angka-angka optimistis tersebut, terselip tantangan besar pada aspek kualitas SDM. Pasar kerja Kaltim masih didominasi oleh lulusan SMA dan SMK (45,76%), sementara lulusan Universitas hanya berkontribusi sebesar 15,65%.

Dominasi pendidikan menengah ini menunjukkan bahwa sebagian besar tenaga kerja di Kaltim terserap pada pekerjaan yang bersifat administratif atau teknis menengah. Untuk menghadapi transformasi ekonomi digital dan pembangunan IKN, peningkatan keterampilan (upskilling) bagi lulusan menengah menjadi agenda yang tidak bisa ditunda.

Secara keseluruhan, pasar kerja Kalimantan Timur di akhir 2025 berada pada jalur yang sehat. Penurunan angka setengah pengangguran dan penguatan sektor formal adalah fondasi kuat bagi pertumbuhan ekonomi daerah.

Namun, pemerintah provinsi perlu memperhatikan penurunan Tingkat Partisipasi Angkatan Kerja (TPAK) sebesar 0,50% poin agar memastikan tidak ada penduduk usia produktif yang “menyerah” mencari kerja atau keluar dari pasar tenaga kerja.(Prb/ty/*)

Related Posts

1 of 20