Nisita.info — Pemerintah Indonesia menegaskan komitmennya untuk menjaga stabilitas ekonomi nasional di tengah ketidakpastian dinamika global yang terus berkembang. Melalui konferensi pers hybrid pada Selasa (31/3/2026), jajaran menteri memberikan jaminan bahwa fundamental ekonomi tanah air tetap kokoh dan adaptif.
Langkah mitigasi risiko ini diambil sebagai tindak lanjut cepat atas arahan Presiden Prabowo Subianto untuk memastikan perlindungan terhadap kepentingan rakyat tetap menjadi prioritas utama.
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, menyampaikan bahwa tekanan global, termasuk gangguan rantai pasok dunia, tidak boleh dipandang sebagai hambatan. Sebaliknya, situasi ini harus menjadi momentum untuk mengakselerasi efisiensi sistem kerja dan ekonomi modern.
“Kondisi perekonomian nasional tetap stabil dengan fundamental yang kokoh, stok BBM nasional dalam kondisi aman, dan stabilitas fiskal tetap terjaga,” ujar Airlangga. Ia menambahkan bahwa Indonesia telah menunjukkan ketangguhan sebagai negara yang resilien dalam menghadapi berbagai tekanan eksternal.
Fiskal Sehat dan Defisit Terkendali
Senada dengan hal tersebut, Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa memastikan bahwa kesehatan fiskal negara berada dalam posisi yang sangat terjaga. Pemerintah telah menyiapkan bantalan (cushion) yang memadai untuk merespons gejolak ekonomi dunia hingga akhir tahun.
“Kami selalu menjaga anggaran berkesinambungan. Hitungan kita sekarang sampai rata-rata akhir tahun pun anggaran kita tetap berkesinambungan dan defisitnya tetap terkendali,” tegas Purbaya.
Purbaya juga mengimbau masyarakat dan pelaku pasar untuk tidak khawatir mengenai pengelolaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN). Ia menjamin bahwa defisit anggaran tidak akan keluar dari batas yang telah diperhitungkan secara hati-hati dan terukur.
“Jadi masyarakat tidak perlu khawatir defisitnya tidak terkendali dan anggarannya ‘morat-marit’. Kita kendalikan dengan baik semuanya,” pungkas Menkeu.
Fokus pada Kepentingan Rakyat
Dengan pengelolaan fiskal yang disiplin dan fondasi ekonomi yang kuat, pemerintah optimis Indonesia dapat terus bergerak maju. Kebijakan strategis yang diambil bermuara pada satu tujuan besar, yakni menjaga stabilitas nasional dan melindungi daya beli masyarakat dari dampak negatif krisis global. (BPMI Setpres/*)















