Nisita.info – Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) semakin memperketat koordinasi lintas sektor guna menekan angka prevalensi stunting di wilayahnya.
Bekerja sama dengan Tanoto Foundation melalui Yayasan Cipta, Pemkab Kukar menggelar “Lokakarya Aksi Konvergensi Stunting” untuk memperkuat teknis perencanaan daerah yang berlangsung di Kantor Bappeda Kukar, Jumat (13/3/2026).
Kegiatan ini menjadi krusial karena fokus pada sinkronisasi antara data riil di lapangan dengan pelaporan digital, yang selama ini menjadi tantangan dalam manajemen intervensi kesehatan.
Plt. Kabid Sosbud Bappeda Kukar, Saiful Bahri, menjelaskan bahwa lokakarya ini bertujuan memperbaiki kualitas input data pada dasbor E-Bangda. Selain itu, agenda utama lainnya adalah finalisasi penandaan (tagging) anggaran pada Sistem Informasi Pemerintahan Daerah (SIPD) agar sesuai dengan Rencana Aksi Daerah (RAD) yang telah disusun.
“Lokakarya ini menjadi tonggak penting untuk menyelaraskan penganggaran dan penyusunan rencana kerja daerah demi memastikan intervensi stunting berjalan tepat sasaran,” ungkap Saiful Bahri.
Penanganan stunting di Kukar melibatkan ekosistem yang luas. Acara ini dihadiri oleh perwakilan berbagai Organisasi Perangkat Daerah (OPD) strategis, mulai dari Dinas Kesehatan, Dinas Pendidikan, Kemenag, hingga garda terdepan seperti puskesmas, perwakilan kecamatan, dan personel posyandu.
Saiful menegaskan bahwa efektivitas program sangat bergantung pada konvergensi atau titik temu kerja sama antara pemerintah, pihak swasta, dan peran aktif masyarakat.
“Menurunkan angka stunting membutuhkan kolaborasi, konvergensi, dan integrasi dalam satu gerakan semua pihak,” tegasnya.
Dengan penguatan teknis ini, Pemkab Kukar berkomitmen untuk memastikan akuntabilitas anggaran. Setiap dana yang dialokasikan harus memiliki korelasi langsung dengan penurunan angka stunting di tingkat desa dan kelurahan.
“Penguatan teknis ini kami harapkan mampu memastikan setiap rupiah yang dianggarkan memberikan dampak nyata bagi kesehatan generasi masa depan di Kutai Kartanegara,” pungkas Saiful. (*/)














