Nisita.info, Tenggarong – Suasana menjelang Idulfitri 1447 Hijriah di Kutai Kartanegara (Kukar) tahun ini dipastikan bakal terasa berbeda, terutama bagi para pemilik kendaraan bermotor.
Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur melalui UPTD Pelayanan Pajak dan Retribusi Daerah (PPRD) Wilayah Kukar tengah menyiapkan “kejutan” bagi wajib pajak yang taat: layanan penukaran uang pecahan baru langsung di lokasi pembayaran pajak.
Program yang direncanakan berlangsung pada 3–6 Maret 2026 ini akan dipusatkan di Kantor Samsat Induk Pal 6, Tenggarong. Langkah ini bukan sekadar urusan administratif, melainkan strategi jitu untuk memberikan apresiasi nyata kepada warga yang memenuhi kewajibannya sebelum hari kemenangan tiba.
Rencana inovatif ini digulirkan melalui surat resmi Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) tertanggal 23 Februari 2026 yang ditujukan kepada pimpinan Bank Kaltimtara Cabang Kukar. Dalam usulan tersebut, Samsat Kukar meminta dukungan penyediaan bus layanan serta ketersediaan stok uang pecahan baru guna melayani wajib pajak.
Kepala UPTD PPRD Wilayah Kukar, Hj. Ida Nuraini, menegaskan bahwa kolaborasi dengan perbankan daerah adalah kunci kelancaran layanan ini. Sinergi ini diharapkan tidak hanya mempermudah akses keuangan masyarakat, tetapi juga memperkuat citra Samsat sebagai instansi yang adaptif terhadap kebutuhan musiman warga.
Berbeda dengan penukaran uang di bank pada umumnya, program ini memiliki syarat khusus yang menguntungkan bagi pembayar pajak. Warga cukup menunjukkan bukti pembayaran pajak kendaraan pada hari pelaksanaan untuk bisa mendapatkan antrean penukaran uang baru.
Adapun ketentuan penukarannya dirancang secara proporsional:
-
Kendaraan Roda Dua (Motor): Kuota penukaran maksimal Rp500 ribu.
-
Kendaraan Roda Empat (Mobil): Kuota penukaran maksimal Rp2 juta.
Batasan ini diberlakukan agar manfaat program dapat dirasakan secara merata oleh lebih banyak masyarakat yang datang ke Samsat Pal 6.
Di balik kemudahan mendapatkan uang baru untuk “angpao” Lebaran, ada target besar yang ingin dicapai Pemprov Kaltim, yakni peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD). Dengan menjadikan penukaran uang sebagai insentif, kesadaran masyarakat untuk membayar pajak tepat waktu diharapkan meningkat drastis.
Program ini membuktikan bahwa memungut pajak tidak selalu harus dengan cara yang kaku. Dengan menyentuh kebutuhan emosional dan tradisi masyarakat menjelang Lebaran, Samsat Kukar berhasil mengubah kewajiban menjadi sebuah pengalaman yang menyenangkan.
Jika rencana ini berjalan mulus hingga 6 Maret mendatang, Samsat Pal 6 Tenggarong bukan lagi sekadar tempat membayar administrasi, melainkan menjadi salah satu titik paling diburu warga Kukar yang ingin menyambut Idulfitri dengan dompet berisi uang baru dan kendaraan yang “aman” secara pajak. (*/red)
Selengkapnya pada kukarkab.go.id: Bayar Pajak, Bisa Tukar Uang Baru di Samsat Kukar















