Warta Utama

TKA SMP Gelombang I Sukses Digelar, Ketangguhan Daerah Pascabencana Jadi Sorotan

Nisita.info, Jakarta — Pelaksanaan Tes Kemampuan Akademik (TKA) jenjang SMP gelombang pertama di berbagai penjuru tanah air dilaporkan berjalan lancar dengan tingkat partisipasi peserta didik yang sangat tinggi. Meski beberapa wilayah tengah menghadapi dampak bencana alam, kolaborasi lintas sektor memastikan hak pendidikan siswa tetap terpenuhi secara optimal.

Laporan dari berbagai daerah menunjukkan bahwa keterbatasan sarana tidak menyurutkan semangat siswa maupun tenaga pendidik dalam menyukseskan asesmen nasional ini.

Provinsi Aceh menjadi potret nyata ketangguhan pendidikan Indonesia. Di Kabupaten Pidie Jaya, siswa SMP Negeri 1 Meurah Dua harus mengikuti TKA di dalam tenda darurat lantaran bangunan sekolah mereka masih terdampak lumpur akibat bencana. Kebutuhan perangkat ujian pun diatasi secara gotong royong melalui peminjaman perangkat antarguru dan antar-satuan pendidikan.

“Kondisi ini menunjukkan semangat dan komitmen yang luar biasa dari sekolah, guru, dan siswa untuk tetap melaksanakan pembelajaran dan asesmen, meskipun dalam situasi terbatas,” ujar Kepala BPMP Provinsi Aceh, Syafran.

Hal serupa terjadi di Aceh Tamiang, di mana kendala teknis akibat dampak bencana dapat segera teratasi berkat koordinasi cepat antara Dinas Pendidikan dan Unit Pelaksana Teknis (UPT) Kemendikdasmen.

Di Sumatra Selatan, pelaksanaan TKA terpantau sangat tertib. Sekolah-sekolah di Ogan Ilir, Palembang, hingga Ogan Komering Ilir melaporkan tidak adanya hambatan berarti. Kepala SMP Negeri 6 Kayuagung, Evi Febriastuti, menegaskan bahwa soal-soal tampil sempurna pada sistem, memungkinkan pengukuran capaian hasil belajar siswa dilakukan secara objektif.

Sementara itu, di Kota Denpasar, Bali, partisipasi siswa tercatat sangat masif mencapai 11.071 murid dari sekolah negeri dan swasta. Kelancaran di ibu kota Pulau Dewata ini disebut berkat sosialisasi matang kepada orang tua dan siswa yang telah dilakukan jauh-jauh hari.

Dukungan penuh juga datang dari jajaran pemerintah daerah. Bupati Bangka Tengah, Algafry Rahman, menilai hasil TKA sebagai rujukan penting untuk mengukur Indeks Pembangunan Manusia (IPM). Menurutnya, kualitas sekolah berbanding lurus dengan mutu sumber daya manusia yang dihasilkan.

Sejalan dengan itu, Pemerintah Kabupaten Bangka Selatan memastikan seluruh dukungan regulasi dan logistik telah dipersiapkan demi menjamin kredibilitas hasil ujian.

Kemendikdasmen memastikan akan terus melakukan evaluasi dari pelaksanaan gelombang pertama ini guna menyempurnakan rangkaian TKA pada gelombang berikutnya, demi mewujudkan pemetaan mutu pendidikan nasional yang akurat. (Kemendikdasmen/Stephanie/*)

Related Posts

1 of 20