Nusantara Raya

Kemenpar dan DAN Perkuat Standar Keselamatan Selam Dunia di Labuan Bajo

Nisita.info, Labuan Bajo — Kementerian Pariwisata (Kemenpar) resmi menuntaskan rangkaian program “Edukasi Diving Safety 1000” di Labuan Bajo, Nusa Tenggara Timur, Jumat (17/4/2026). Program strategis ini menjadi tonggak penting dalam upaya Indonesia memperkuat posisi sebagai destinasi wisata selam kelas dunia yang aman dan terpercaya.

Kegiatan yang dilaksanakan bersama Divers Alert Network (DAN) ini melibatkan 50 peserta dari Perkumpulan Penyelam Profesional Komodo (P3KOM) dan Basarnas Labuan Bajo. Agenda tersebut sekaligus menjadi penutup dari inisiatif global yang diluncurkan sejak Oktober 2023.

Asisten Deputi Pengembangan Produk Pariwisata Kemenpar, Itok Parikesit, menegaskan bahwa aspek keamanan merupakan prasyarat mutlak dalam pengembangan Labuan Bajo sebagai Destinasi Pariwisata Prioritas. Mengingat wisata selam termasuk kategori usaha berisiko tinggi, penguatan kapasitas SDM menjadi harga mati.

“Sesuai amanah RPJPN 2025–2045, kita menyiapkan Labuan Bajo sebagai pusat pariwisata dunia berbasis bahari. Standar keselamatan harus terus diperkuat agar destinasi kita tidak hanya indah, tetapi juga aman bagi wisatawan domestik maupun mancanegara,” ujar Itok.

Para peserta dibekali materi krusial oleh instruktur profesional dari NAUI, meliputi:

  • Basic Life Support (Bantuan Hidup Dasar).

  • CPR (Resusitasi Jantung Paru).

  • Emergency Oxygen Provider (Penyediaan Oksigen Darurat).

Program ini telah sukses menjangkau 1.000 tenaga profesional di berbagai titik selam unggulan Indonesia, mulai dari Bali, Manado, Maratua, Kepulauan Seribu, Gili Matra, hingga Raja Ampat. Target “1.000 penerima manfaat dalam 1.000 hari” ini dipandang sebagai langkah revolusioner dalam menekan angka kecelakaan selam (zero accident).

Presiden dan CEO Divers Alert Network (DAN), Cliff Richardson, memberikan apresiasi tinggi atas komitmen Indonesia. Menurutnya, kolaborasi ini bukan sekadar mengejar angka statistik.

“Ini tentang nyawa yang terlindungi. Kami bangga bekerja sama dengan Indonesia dalam mendorong standar keselamatan kelas dunia guna mewujudkan Indonesia sebagai safe diving destination,” kata Cliff.

Direktur Utama BPOLBF, Andhy MT Marpaung, bersama Kepala Dinas Pariwisata Manggarai Barat, Stefanus Jemsifori, turut mendukung penuh inisiatif ini. Mereka sepakat bahwa rasa aman adalah fondasi utama pariwisata berkelanjutan yang akan meningkatkan daya saing ekonomi lokal di pasar global.

Sebagai penutup, Kemenpar juga menggelar “Safety Talk” pada 16 April untuk memperkuat koordinasi antar-pemangku kepentingan. Sinergi ini diharapkan mampu menjaga kelestarian ekosistem laut sekaligus memastikan setiap penyelaman di perairan Indonesia memberikan pengalaman yang mengesankan dan terlindungi. (Kemenpar/*)

Related Posts

1 of 9