Nisita.info, IKN — Bertepatan dengan peringatan Hari Kartini, Otorita Ibu Kota Nusantara (IKN) mengambil langkah nyata dalam memperkuat fondasi literasi generasi muda.
Bekerja sama dengan INOVASI (kemitraan Australia–Indonesia), Otorita IKN menggelar pelatihan penulisan cerita anak bertajuk “Suara Kecil untuk Bumi Nusantara” yang dipusatkan di SDN 019 Sepaku, Selasa (21/4/2026).
Kegiatan yang berlangsung hingga 23 April ini melibatkan 24 siswa pilihan dari delapan sekolah dasar di Gugus 1 Sepaku. Langkah ini dipandang sebagai upaya strategis untuk memastikan anak-anak di wilayah delineasi IKN tidak hanya menjadi saksi pembangunan fisik, tetapi juga aktor utama dalam pembangunan sumber daya manusia (SDM).
Deputi Bidang Sosial, Budaya, dan Pemberdayaan Masyarakat Otorita IKN, Alimuddin, menegaskan bahwa kemampuan menulis adalah modal dasar bagi generasi penggerak. Menurutnya, anak-anak inilah yang nantinya akan memegang tongkat estafet pembangunan IKN.
“Kita ingin mengetuk hati anak-anak untuk mulai menulis. Kalianlah yang kelak akan mengisi dan membangun IKN, serta menjadi bagian dari Indonesia Emas 2045,” ujar Alimuddin saat membuka kegiatan.

Senada dengan hal tersebut, Deputy Director Bidang Ekosistem Sekolah dan Implementasi Program INOVASI, Handoko Widagdo, menyebut bahwa perspektif anak sangat penting untuk didengar. “Penting untuk mendengar suara anak dalam bentuk tulisan dan cerita perubahan dari perspektif mereka, karena merekalah penerima manfaat langsung dari sebuah program,” tambahnya.
Untuk memantik imajinasi para peserta, pelatihan ini menghadirkan penulis buku anak ternama, Reda Gaudiamo. Penulis seri buku Na Willa sekaligus musisi ini berbagi pengalaman tentang bagaimana dunia kepenulisan dapat membuka jendela dunia.
“Dengan menulis, karya saya bisa menjadi buku dan bahkan diadaptasi menjadi film. Menulis itu penting, menyenangkan, dan seru,” ungkap Reda memotivasi para peserta agar berani mengekspresikan diri.

Pelatihan ini dirancang jauh dari kesan kaku. Para siswa diajak untuk:
-
Eksplorasi Lingkungan: Mengamati kondisi sekitar sekolah sebagai bahan tulisan.
-
Refleksi Pengalaman: Menuangkan hasil pengamatan ke dalam bentuk cerita yang jujur.
-
Presentasi Karya: Melatih kepercayaan diri dengan membagikan tulisan di depan teman sebaya.
Kepala Sekolah SDN 019 Sepaku, Suleiman Effendi, menyampaikan apresiasinya atas kepercayaan Otorita IKN dan INOVASI menjadikan sekolahnya sebagai tuan rumah. Ia berkomitmen untuk terus mendukung program pengembangan kapasitas didik yang berkelanjutan.
Kegiatan ini diharapkan tidak hanya berhenti pada pelatihan tiga hari, namun menjadi pemantik lahirnya budaya literasi yang kuat di kawasan Ibu Kota Nusantara, demi mencetak generasi yang mampu berpikir kritis, kreatif, dan komunikatif. (Hms-OIKN/*)















