Suasana khidmat dan penuh kemenangan menyelimuti Kompleks Masjid KH. M. Sadjid, Kelurahan Baru, Tenggarong pada Rabu pagi (27/5/2026). Ribuan umat Muslim memadati saf demi menunaikan ibadah Sholat Idul Adha 10 Dzulhijjah 1447 Hijriah.
Nisita.info, Tenggarong — Hadir di tengah-tengah jemaah, Bupati Kutai Kartanegara (Kukar) Aulia Rahman Basri. Dalam sambutannya, orang nomor satu di Kutai Kartanegara ini mengajak seluruh lapisan masyarakat untuk menjadikan momentum hari raya kurban sebagai batu pijakan dalam memperkuat nilai pengorbanan, solidaritas sosial, serta persaudaraan murni guna menyokong percepatan pembangunan daerah.
Bupati Aulia menyampaikan bahwa Idul Adha menyimpan dimensi sosial yang sangat kental di samping dimensi ibadah vertikal kepada Sang Pencipta. Ritual ibadah haji dan penyembelihan hewan kurban merupakan perlambang dari totalitas pengabdian seorang hamba melalui pengorbanan harta, waktu, hingga ego pribadi demi kemaslahatan kemanusiaan.
Ia mencontohkan pelaksanaan ibadah haji tahun 2026 di tanah suci yang sukses mempertemukan lebih dari 1,5 juta umat Muslim sedunia, termasuk di dalamnya sekitar 221 ribu jemaah asal Indonesia. Peristiwa kolosal tersebut adalah miniatur nyata bagaimana persatuan tegak tanpa memandang perbedaan ras, suku, maupun stratifikasi sosial.
“Momentum suci ini merefleksikan kekuatan spiritual yang mampu mengeliminasi sekat perbedaan dan menyatukan umat dalam satu perintah suci yang harmonis. Oleh karena itu, prinsip Ukhuwwah Islamiyah dan Ukhuwwah Wathaniyah harus terus kita jadikan landasan utama dalam kehidupan bermasyarakat di Kutai Kartanegara,” ujar Bupati Aulia.
Bupati mengingatkan bahwa manifestasi dari ibadah kurban di era modern ini adalah kerelaan menyumbangkan dedikasi pikiran, tenaga, dan waktu secara gotong royong untuk mendukung program pembangunan daerah.
Sejalan dengan napas pengorbanan dan pelayanan tersebut, Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara di bawah nakhoda Bupati Aulia Rahman Basri bersama Wakil Bupati H. Rendi Solihin menegaskan komitmennya untuk terus memacu 17 Program Dedikasi bertajuk “Kukar Idaman Terbaik”.
Dalam pemaparannya, Pemkab Kukar saat ini tengah memfokuskan sisa energi tahun anggaran pada beberapa sektor strategis, di antaranya:
-
Penguatan tata kelola pemerintahan berbasis teknologi informasi (IT) melalui Program Pelayanan Publik Cerdas yang menyasar langsung unit birokrasi terkecil di tingkat kecamatan hingga desa terpencil.
-
Pemerataan pembangunan jalan penghubung guna memicu denyut ekonomi lokal, sekaligus pemenuhan hak dasar warga atas pasokan air bersih yang merata.
-
Keberlanjutan Program “RT-ku Terbaik” guna menyuntikkan stimulasi kemandirian dan anggaran pembangunan partisipatif berbasis rukun tetangga.
-
Kepastian layanan kesehatan total bagi warga Kukar lewat skema Universal Health Coverage (UHC), di mana warga tidak mampu bisa berobat gratis hanya dengan menunjukkan KTP.
Bupati Aulia menegaskan bahwa lompatan besar pembangunan daerah mustahil terwujud tanpa adanya jabat tangan erat dari seluruh elemen masyarakat. Evaluasi dan penguatan 17 program dedikasi tersebut akan terus berjalan secara adaptif dan responsif mengikuti dinamika kebutuhan warga di lapangan.
Di penghujung mimbar, ia mengetuk kesadaran kolektif warga untuk bahu-membahu menyongsong masa depan Kutai Kartanegara yang diproyeksikan menjadi beranda strategis nasional.
“Mari bersama kita perkuat sinergi dan kolaborasi demi mewujudkan Kutai Kartanegara yang maju dan sejahtera sebagai pusat pangan, destinasi pariwisata unggulan, serta episentrum industri hijau berkelanjutan. Selamat Hari Raya Iduladha 1447 Hijriah, semoga ketaatan dan ketulusan sosial kita senantiasa diterima Allah SWT,” pungkas Bupati Aulia Rahman Basri.
Usai pelaksanaan sholat dan penyampaian sambutan, bupati menyempatkan diri bersalam-salaman dengan para tokoh agama dan jemaah, menandai kehangatan toleransi yang kokoh di Tanah Kutai. (Muhammad Farhan/*)














