Halo, Sobat Nisita! Indonesia punya banyak tanaman pesisir yang tergolong unik dan langka. Salah satunya adalah spesies mangrove bernama Sonneratia ovata. Nah, untuk menjaga kelestarian jenis tanaman pesisir ini, Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) menggelar penelitian khusus di Desa Lalombi, Kecamatan Banawa Selatan, Kabupaten Donggala, Sulawesi Tengah.
Penelitian lapangan yang berlangsung pada 14–19 September 2026 ini berfokus di kawasan tambak intensif PT Jala Akuakultur Lestari Alamku untuk mendata populasi serta sebaran Sonneratia ovata.
Koordinator Kegiatan Penelitian BRIN, Hadiwijaya Lesmana Salim, menjelaskan bahwa riset ini bertujuan untuk memetakan habitat penting dan kondisi lingkungan yang memengaruhi keberlanjutan ekosistem tersebut.
“Kegiatan ini bertujuan untuk mengumpulkan data dan informasi mengenai status populasi dan distribusi mangrove Sonneratia ovata, area penting kehidupan, kondisi lingkungan sebagai pendukung kehidupan ekosistem serta dinamika lingkungan yang memengaruhi,” ujar Hadiwijaya, Sabtu (19/9/2026).
Sentuhan Teknologi Canggih GeoAI
Uniknya nih Sobat Nisita, penelitian ini memadukan pemodelan canggih seperti Geospatial Artificial Intelligence (GeoAI) dan Multi-Criteria Decision Analysis (MCDA) untuk menganalisis dan memproyeksikan kondisi habitat secara presisi berdasarkan data spasial.
Upaya konservasi ini menjadi sangat krusial mengingat Sonneratia ovata telah masuk dalam daftar status Near Threatened (NT) pada IUCN Red List. Status ini menandakan bahwa spesies tersebut berpotensi masuk ke kategori terancam di masa depan jika tidak dijaga dari sekarang.
Langkah BRIN ini pun mendapat sambutan hangat dari pemerintah daerah setempat. Kepala Dinas Perikanan Kabupaten Donggala, Ali Assagaf, mengungkapkan bahwa hasil riset ini akan memperkaya data ilmiah untuk mendukung pengelolaan wilayah pesisir dan keberlanjutan sumber daya perikanan masyarakat.
“Keberadaan mangrove, khususnya Sonneratia ovata, memiliki peran ekologis penting sebagai penyangga ekosistem pesisir sekaligus habitat pendukung keberlangsungan sumber daya perikanan masyarakat,” tutur Ali.
Sinergi riset berbasis teknologi dan kearifan lokal ini diharapkan dapat memberikan pijakan data yang kuat bagi pemda dalam merawat benteng alami pesisir Nusantara.
(Sumber berita dan foto: InfoPublik.id)















