Nisita.info, Berau – Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur melalui Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) melakukan inspeksi mendadak ke lokasi pertambangan batu bara PT Supra Bara Energi (SBE) di Kabupaten Berau.
Peninjauan ini bertujuan memastikan aktivitas industri tidak mengancam ekosistem Sungai Kelay yang menjadi urat nadi lingkungan di Kecamatan Sambaliung dan Teluk Bayur.
Langkah ini diambil sebagai respons cepat terhadap kekhawatiran publik mengenai potensi bencana ekologi di wilayah tersebut. Pemerintah ingin memastikan bahwa setiap jengkal aktivitas tambang telah memenuhi standar keselamatan lingkungan dan perlindungan badan sungai.
Kepala Dinas ESDM Kaltim, Bambang Arwanto, mengungkapkan bahwa hasil tinjauan lapangan menunjukkan adanya langkah-langkah teknis yang serius untuk menjaga stabilitas tanah di sekitar aliran sungai. Beberapa teknologi yang diterapkan antara lain:
-
Teknik Grouting: Melakukan injeksi semen ke dalam tanah untuk menahan pergerakan atau pergeseran material.
-
Pemasangan Drainhole: Berfungsi mengurangi kejenuhan air pada material tanah agar tidak mudah longsor.
-
Penataan Jenjang (Bench): Merapikan dinding tambang agar lebih stabil dan meminimalkan risiko runtuhan.
“PT SBE telah melakukan berbagai upaya pengendalian teknis guna menjaga stabilitas lereng dan melindungi badan sungai,” ujar Bambang saat mengunjungi lokasi, Jumat (30/1/2026).
Poin krusial dalam upaya konservasi ini adalah komitmen perusahaan untuk melakukan penutupan lubang bekas tambang (void) secara total. Proses backfilling atau penimbunan kembali ditargetkan rampung pada Agustus 2026 mendatang.
Manajemen perusahaan menyatakan bahwa area bekas tambang akan ditimbun hingga mencapai elevasi +5 mdpl dengan lebar 500 meter. Hal ini dilakukan agar area tersebut kembali stabil dan tidak meninggalkan lubang yang berisiko merusak kualitas air maupun ekosistem sekitarnya.
Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur menegaskan tidak akan melonggarkan pengawasan. Prinsip keselamatan lingkungan dan keberlanjutan pembangunan daerah menjadi harga mati dalam setiap izin usaha pertambangan.
Dengan pengawasan ketat, diharapkan keseimbangan antara pemanfaatan sumber daya alam dan kelestarian ekosistem Sungai Kelay dapat tetap terjaga bagi generasi mendatang.(KRV/pt/*)















