Nisita.info, Samarinda – Nuansa kaku yang biasa melinggupi acara seremonial luruh seutuhnya di bawah tenda RT 11, Kelurahan Air Hitam. Sore itu, Senin (29/6/2026) kawasan pemukiman padat ini berubah menjadi ruang silaturahmi yang hidup.
Bukan sekadar mengawasi jalannya penyerahan bantuan secara formal, Ketua DPC PDI Perjuangan Kota Samarinda, H. Iswandi justru memilih melepas sekat jarak. Ia berdiri, berjalan melangkah ke arah warga, lalu membenamkan diri dalam keriuhan obrolan yang hangat setelah menyaksikan langsung seluruh rangkaian pemeriksaan kesehatan gratis yang digelar hari itu.
Momentum Bulan Bung Karno di akhir Juni ini memang membawa tiga ingatan besar bagi PDIP: hari lahirnya Pancasila pada 1 Juni, serta hari lahir dan wafatnya sang Proklamator. Namun di lapangan, alih-alih sekedar diisi pidato politik yang berjarak, perayaan itu mewujud nyata dalam bentuk kepedulian komunal yang menyentuh masyarakat.
Mendengar Langsung Keluhan Warga
Sejak awal acara, Iswandi terlihat mengamati dengan cermat setiap detail aktivitas di lokasi, mulai dari warga yang dipanggil, proses pengambilan sampel darah, hingga penyerahan stimulan pangan berupa beras. Begitu proses pemeriksaan medis selesai, ia segera mendatangi barisan kursi warga.
Dengan gaya yang karib, ia menyapa satu per satu warga. Di sinilah suara masyarakat terdengar jujur tanpa rekayasa. Ibu Suryani (69), seorang purnatugas dari Kecamatan Samarinda Ulu yang telah menetap selama 40 tahun di Air Hitam, menjadi salah satu warga yang merasakan kehangatan pemeriksaan kesehatan gratis.
Ia menuturkan keluhan matanya yang mulai kabur, rasa enggan yang sering muncul jika harus memeriksa diri jauh-jauh, serta kebahagiaannya atas hadirnya layanan kesehatan yang menjemput bola langsung ke pemukiman mereka.
Pemeriksaan kesehatan gratis ini bukanlah seremonial formal. Tampak Iswandi merespons dengan penuh perhatian setiap interaksi masyarakat, sesekali melempar seloroh ringan yang memancing tawa renyah, mencairkan ketegangan warga yang semula takut berhadapan dengan jarum.
Tidak ada kesan buru-buru. Lulusan SMA Negeri 1 Samarinda Tahun 1991 ini menyediakan waktu dan telinganya untuk benar-benar mendengar keluh kesah masyarakat.
Merajut Asa Wong Cilik
Keakraban yang terjalin selama cengkrama pasca-pemeriksaan itu mempertegas bahwa kehadiran jajaran pengurus partai hari itu murni didorong oleh semangat gotong royong. Selain menghadirkan tim medis dari Klinik Primecare, kegiatan baksos ini juga menggandeng pihak Pegadaian untuk mengedukasi warga agar tidak terjebak jeratan pinjaman online (pinjol) ilegal yang meresahkan.
Bagi masyarakat di RT 11 Kelurahan Air Hitam, kehadiran sosok pemimpin yang mau duduk sejajar dan bercengkrama langsung di halaman rumah mereka membawa angin segar. Kegiatan ini pun menjawab langsung aspirasi kaum ibu yang mengharapkan adanya perhatian nyata di bidang kesehatan.
”Mudah-mudahan apa yang kita lakukan hari ini bisa memberikan manfaat bagi bapak dan ibu sekalian,” ujar Iswandi tulus.
Ia juga menambahkan bahwa komitmen ini akan terus berlanjut, termasuk rencana aksi penghijauan lingkungan pada hari Jumat berikutnya di kawasan Folder Air Hitam.
Ketika tenda baksos mulai sepi dan warga melangkah pulang dengan membawa sekantong beras serta kepastian kondisi kesehatan mereka, kehangatan yang ditinggalkan Iswandi di RT 11 siang itu tak lantas memudar.
Melalui jabat tangan yang erat, sapaan yang karib, dan kesediaan untuk mendengar, esensi sejati dari ajaran Bung Karno tentang membela dan membersamai “wong cilik” telah dipraktikkan secara nyata, meninggalkan jejak kepedulian yang mendalam di hati warga Air Hitam.(Tr/*)















