Nisita.info – Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) mengambil langkah progresif untuk melindungi generasi muda dari bahaya ketergantungan zat adiktif.
Guna menekan angka penyalahgunaan Obat-Obat Tertentu (OOT) yang kian mengkhawatirkan di kalangan remaja, BPOM resmi membuka festival edukatif bertajuk Safe & Sound Fest 2026 di Jakarta, pada Jumat (12/6/2026) kemarin.
Acara yang berlangsung secara hibrida ini dirancang sebagai wadah kolaborasi lintas sektor, mulai dari pemerintah, akademisi, komunitas, hingga figur publik yang digandrungi anak muda. Langkah ini diambil karena pendekatan hukum saja dinilai tidak lagi cukup; dibutuhkan benteng edukasi yang kuat langsung di tingkat pergaulan remaja.
Kepala BPOM menegaskan bahwa remaja merupakan kelompok yang paling rentan terhadap iming-iming salah kaprah mengenai fungsi obat-obatan ini.
Melalui festival yang dikemas dengan gaya kekinian—lewat musik, bincang kreatif, dan kampanye digital—BPOM berharap para remaja tidak hanya menjadi objek edukasi, tetapi juga agen perubahan yang berani menolak bahaya OOT di lingkungan pertemanan mereka.
Kolaborasi nasional ini diharapkan mampu mempersempit ruang gerak peredaran gelap OOT di berbagai daerah, termasuk pengawasan ketat yang berimbas hingga ke daerah.
BPOM juga mengajak seluruh orang tua dan lingkungan pendidikan untuk lebih peka terhadap perubahan perilaku anak demi deteksi dini penyalahgunaan obat.(*/)














