Nusantara Raya

Lampaui Target, Gerakan Nasional 100.000 Khatmil Qur’an Tembus 370 Ribu Khataman

Nisita.info, Jakarta – Gelombang syiar Al-Qur’an menyelimuti pelosok Nusantara pada sepuluh malam terakhir Ramadan 1447 H. Melalui Gerakan Nasional 100.000 Khatmil Qur’an yang digagas oleh Ikatan Penyuluh Agama Republik Indonesia (IPARI), tercatat sebanyak 373.976 khataman Al-Qur’an berhasil dihimpun hingga puncak kegiatan pada Rabu (11/3/2026).

Angka fantastis ini melampaui target awal yang ditetapkan pemerintah. Gerakan ini merupakan inisiatif spiritual dari Direktorat Penerangan Agama Islam (Penais) Ditjen Bimas Islam Kementerian Agama untuk menghidupkan tradisi mengaji sekaligus menjemput keberkahan malam Lailatul Qadar.

Al-Qur’an Sebagai Sumber Ketenangan Global

Direktur Penerangan Agama Islam Kemenag, Muchlis Muhammad Hanafi, mengapresiasi dedikasi puluhan ribu penyuluh agama yang menjadi motor penggerak dakwah di lapangan. Menurutnya, gerakan ini krusial di tengah tantangan global yang penuh ketidakpastian, mulai dari ketegangan geopolitik hingga tekanan ekonomi.

“Al-Qur’an bukan hanya kitab yang dibaca, tetapi cahaya yang menuntun manusia. Dalam situasi dunia yang penuh ketidakpastian, Al-Qur’an memberikan orientasi nilai dan ketenangan spiritual,” ujar Muchlis di Jakarta.

Kegiatan khataman ini dilaksanakan secara inklusif di berbagai ruang publik, mulai dari masjid, musala, majelis taklim, hingga komunitas masyarakat terkecil di daerah.

Peran Strategis 24 Ribu Penyuluh

Saat ini, Kemenag membina 24.831 penyuluh agama Islam yang tersebar di seluruh Indonesia. Muchlis menegaskan bahwa para penyuluh bukan sekadar pengajar, melainkan penyejuk suasana yang membumikan nilai-nilai kebaikan dan kedamaian di tengah masyarakat.

Puncak gerakan ini ditandai dengan pertemuan nasional secara daring yang diikuti oleh penyuluh dari seluruh provinsi. Selain mengaji, momen ini diisi dengan doa bersama untuk keselamatan bangsa dan kedamaian dunia.

“Kami memohon kebaikan bagi bangsa dan negara, serta mendoakan para pemimpin agar diberi kekuatan dan kebijaksanaan dalam memimpin di tengah berbagai tantangan global,” tambahnya.

Muchlis berharap gerakan literasi Al-Qur’an ini tidak berhenti seiring berakhirnya Ramadan, namun terus berlanjut sebagai fondasi moral dan persaudaraan bagi bangsa Indonesia. (Kemenag.go.id)

Related Posts

1 of 10