Warta Utama

Lonceng Sekolah di Sela Puing, Menjemput Asa di Semester Baru

Nisita.info — Kabar gembira untuk pendidikan pasca bencana Sumatra hadir sebagai kado awal tahun bagi ribuan siswa yang sempat dirundung duka akibat amuk alam.

Meski luka bencana di Aceh, Sumatra Utara, dan Sumatra Barat belum sepenuhnya kering, sebuah komitmen besar telah dipancangkan: pendidikan tidak boleh terhenti.

Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) memastikan bahwa 85 persen sekolah yang terdampak kini telah bersiap menyambut kembalinya keceriaan siswa di ruang kelas pada dimulainya semester genap, 5 Januari 2026 mendatang.

Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah, Abdul Mu’ti, menegaskan bahwa memenuhi hak belajar anak-anak di tengah situasi pemulihan adalah prioritas yang tidak bisa ditawar.

Data per 30 Desember 2025 menunjukkan sebuah kerja raksasa yang bergerak cepat; dari 4.149 satuan pendidikan yang terdampak, sebanyak 3.508 sekolah dinyatakan siap beroperasi kembali.

Bagi sekolah yang bangunannya masih dalam proses pembersihan atau mengalami kerusakan berat, pemerintah telah menyiapkan 160 ruang kelas darurat dan 147 tenda sebagai tempat bernaung sementara agar proses transfer ilmu tetap berjalan aman dan adaptif.

Namun, pemulihan ini bukan sekadar soal fisik bangunan. Kemendikdasmen menyadari bahwa trauma psikologis adalah tantangan tak kasat mata. Oleh karena itu, pendekatan kurikulum pun dirombak total melalui “Penerapan Kurikulum Penanggulangan Dampak Bencana”.

Pada fase awal, beban pelajaran akan disederhanakan hanya pada literasi dan numerasi dasar, dibalut dengan dukungan psikososial senilai Rp700 juta untuk memulihkan keceriaan anak-anak. Pendidikan kebencanaan juga mulai diintegrasikan agar para siswa lebih tangguh menghadapi dinamika alam di masa depan.

Dukungan pun mengalir deras secara materiil. Sebanyak 27.000 paket peralatan sekolah (school kit) dan lebih dari 212.000 buku bacaan telah didistribusikan ke pelosok-pelosok daerah terdampak.

Tak lupa, para pahlawan tanpa tanda jasa di garda terdepan juga mendapatkan perhatian khusus. Dana sebesar Rp32,7 miliar telah dialokasikan sebagai tunjangan khusus bagi ribuan guru di tiga provinsi tersebut untuk menjaga nyala semangat mereka dalam mengajar.

Dengan kolaborasi yang solid, tanggal 5 Januari nanti bukan sekadar pembukaan semester, melainkan simbol kebangkitan layanan pendidikan yang lebih tangguh dan berkelanjutan di tanah Sumatra.(BK-Kemedikdasmen/*)

Related Posts

1 of 21