Nusantara Raya

Perkuat Sport Tourism, Kemenpar Dukung Kejuaraan Renang Perairan Terbuka Asia 2026

Nisita.info, Jakarta – Kementerian Pariwisata (Kemenpar) resmi menyatakan dukungannya terhadap penyelenggaraan dua ajang olahraga perairan prestisius, yakni A-STREAM Open Water Swimming Series dan 12th Asian Open Water Swimming Championships 2026. Kolaborasi ini diharapkan menjadi mesin penggerak baru bagi sektor sport tourism atau wisata olahraga di tanah air.

Keputusan tersebut diambil usai pertemuan antara Menteri Pariwisata (Menpar) Widiyanti Putri Wardhana dengan pengurus PB Akuatik Indonesia di Gedung Sapta Pesona, Jakarta, Jumat (13/3/2026). Menpar menegaskan bahwa ajang internasional ini adalah momentum emas untuk mempromosikan kekayaan bahari Indonesia.

“Kami sangat mendukung dan senang dapat berkolaborasi untuk mempromosikan destinasi Indonesia. Fokus kita bukan hanya Bali, tetapi juga berbagai destinasi unggulan lainnya di Tanah Air,” ujar Menpar Widiyanti.

Kalender Acara dan Target Peserta

Dua ajang ini dijadwalkan akan mengisi kalender pariwisata Indonesia pada pertengahan tahun:

  • A-STREAM Open Water Swimming Series: 11–12 April 2026.

  • 12th Asian Open Water Swimming Championships: 13–15 Juni 2026 di Bali.

Menpar Widiyanti menargetkan ajang ini mampu menarik setidaknya 750 peserta dari berbagai negara. Ia berharap kolaborasi ini menjadi agenda tahunan yang berpindah-pindah lokasi (rotasi destinasi) guna memeratakan dampak ekonomi di luar Pulau Dewata.

Membangun Ekosistem Wisata Berbasis “IP Sport”

Ketua Harian PB Akuatik Indonesia, Harlin Rahardjo, menjelaskan bahwa pihaknya ingin membangun A-STREAM sebagai Intellectual Property (IP) atau hak kekayaan intelektual sport tourism milik Indonesia. Konsepnya tidak hanya terbatas pada lomba renang, tetapi juga mengintegrasikan sektor hospitality, kuliner, dan kearifan lokal.

“Bersama Kemenpar, kami ingin membangun sport tourism yang terhubung dengan sektor pendukung lainnya. Dengan demikian, UMKM lokal dapat merasakan manfaat langsung dari kehadiran wisatawan yang datang untuk berkompetisi maupun menonton,” kata Harlin.

Sinergi antara prestasi olahraga dan keindahan destinasi ini diharapkan mampu memperkuat posisi Indonesia sebagai kiblat sport tourism di kawasan Asia, sekaligus memberikan kontribusi nyata bagi pengembangan infrastruktur dan ekonomi kreatif di daerah. (*/)

Related Posts

1 of 10