Nisita.info, Samarinda — Perjalanan hidup seseorang sering kali menjadi kompas yang mengarahkan fokus pengabdiannya saat duduk di kursi parlemen. Hal ini tercermin jelas pada sosok Harminsyah, Anggota Komisi IV DPRD Kota Samarinda.
Sebelum melenggang ke Parlemen Basuki Rahmat, pria kelahiran 1976 ini merupakan seorang entrepreneur swasta yang akrab dengan dinamika dunia usaha di Kota Tepian. Melalui keberaniannya maju lewat Partai Gelombang Rakyat (Gelora)—sebuah partai pendatang baru yang kemudian dipimpinnya sebagai Ketua DPD Samarinda—ia sukses mengukir sejarah sebagai satu-satunya kader partai tersebut yang berhasil merebut kursi legislatif di Samarinda.

Sebagai mantan pelaku usaha dan aktivis berbagai organisasi, Harminsyah sangat memahami bahwa urat nadi pertumbuhan sebuah kota terletak pada sektor swasta dan kemandirian ekonominya.
Ia sadar betul bagaimana sulitnya membangun usaha dari bawah, sekaligus besarnya tantangan yang dihadapi oleh para pencari kerja lokal untuk bisa menembus pasar industri.
Berangkat dari latar belakang sebagai seorang wirausahawan inilah, menjadi sangat wajar jika dalam rapat dengar pendapat (hearing) Komisi IV bersama Dinas Ketenagakerjaan (Disnaker) Kota Samarinda, Rabu (8/7/2026) ia menaruh perhatian dan kepedulian yang luar biasa besar terhadap optimalisasi bursa kerja atau Job Fair.
Mengenal Lebih Dekat Apa Itu Job Fair
Bagi para pemburu kerja, istilah Job Fair tentu sudah tidak asing lagi. Job fair atau bursa kerja merupakan sebuah pameran atau acara berkumpulnya puluhan hingga ratusan perwakilan perusahaan (perekrut) di satu tempat, dengan tujuan utama untuk bertemu, melakukan wawancara, dan menerima berkas lamaran dari para pencari kerja secara langsung.
Bagi masyarakat, ajang ini menjadi jembatan emas yang menawarkan efisiensi tinggi, karena mereka dapat melamar ke banyak perusahaan sekaligus dalam satu hari tanpa perlu mengirimkan berkas satu per satu via pos atau email.
Lebih dari sekadar tempat menyerahkan resume, Job Fair juga berfungsi sebagai wadah untuk membangun jaringan (networking), mengumpulkan informasi mendalam mengenai profil perusahaan, hingga memahami kualifikasi riil yang sedang tren dan dibutuhkan oleh pasar industri saat ini.
Menambah Frekuensi Demi Perluasan Peluang Kerja
Mengingat strategisnya manfaat bursa kerja tersebut, Harminsyah mengusulkan sebuah terobosan progresif dalam hearing anggaran kali ini. Legislator asal Dapil II (Samarinda Seberang, Loa Janan Ilir, dan Palaran) tersebut mendorong agar intensitas pelaksanaan Job Fair di Kota Samarinda yang semula hanya menjadi agenda seremonial setahun sekali, ditingkatkan frekuensinya menjadi dua hingga tiga kali dalam setahun.
Harminsyah menilai, dengan tantangan ketenagakerjaan yang dinamis, ruang pertemuan antara korporasi dan angkatan kerja lokal harus dibuka selebar-lebarnya. Peningkatan frekuensi ini dirasa mendesak agar para lulusan baru (fresh graduates) maupun masyarakat yang sedang mencari kerja tidak perlu menunggu waktu terlalu lama hanya untuk mengakses informasi lowongan kerja yang valid.
Melalui fungsi pengawasan dan penganggaran yang melekat pada Komisi IV, ia meminta Disnaker Samarinda untuk lebih proaktif, gencar, dan agresif dalam membangun komunikasi serta menjalin kemitraan dengan sektor swasta.
Dengan sinergi yang kuat antara pemerintah, parlemen, dan dunia usaha, gagasan ekspansi bursa kerja ini diharapkan mampu menjadi angin segar sekaligus solusi nyata dalam mempermudah penyerapan tenaga kerja lokal secara berkelanjutan.(Tr/Adv/DPRD Samarinda)















