Nisita.info — Menyiapkan masa depan Kalimantan Timur yang cerah bukan cuma soal membangun gedung-gedung megah atau infrastruktur yang modern. Pondasi paling utama justru terletak pada kesehatan dan kualitas anak-anak kita sebagai generasi penerus bangsa.
Sadar akan pentingnya hal tersebut, Perwakilan Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Provinsi Kalimantan Timur bergerak cepat. Guna mencetak generasi unggul yang bebas dari ancaman tengkes (stunting), BKKBN Kaltim kini tengah gencar mengampanyekan Gerakan Orang Tua Asuh Anak Stunting (GOTAS) secara masif di seluruh penjuru Benua Etam.
Langkah taktis ini menjadi kabar sejuk sekaligus ajakan hangat bagi kita semua untuk ikut mengulurkan tangan demi masa depan anak-anak di sekitar kita.
Mengapa Harus Ada Gerakan Orang Tua Asuh?
Masalah stunting atau gangguan pertumbuhan pada anak akibat kekurangan gizi kronis tidak bisa diselesaikan oleh pemerintah sendirian. Dibutuhkan kerja keras bersama lintas sektor, atau yang biasa disebut dengan kolaborasi pentahelix—melibatkan pemerintah, swasta, akademisi, media, hingga seluruh lapisan masyarakat.
Melalui program GOTAS ini, BKKBN Kaltim ingin membuka pintu selebar-lebarnya bagi siapa saja yang ingin berkontribusi nyata. Menjadi orang tua asuh berarti kita berkomitmen untuk ikut membantu membiayai atau menyediakan asupan gizi yang optimal, seperti makanan tinggi protein (telur, susu, ikan), bagi anak-anak dari keluarga kurang mampu yang terindikasi berisiko stunting.
Gerakan ini berfokus pada pemenuhan gizi di periode emas anak, khususnya pada 1.000 Hari Pertama Kehidupan (HPK), yaitu sejak bayi berada di dalam kandungan hingga berusia dua tahun. Klaster usia inilah yang paling krusial untuk diselamatkan agar tumbuh kembang fisik dan otak anak bisa berjalan dengan maksimal.
Investasi Jangka Panjang untuk Masa Depan Kaltim
Upaya keras BKKBN Kaltim dalam menekan angka stunting melalui GOTAS ini bukan tanpa alasan. Penurunan angka stunting merupakan investasi jangka panjang yang sangat strategis.
Anak-anak yang sehat, cerdas, dan bebas stunting hari ini adalah modal utama yang akan memimpin jalannya roda pembangunan, menggerakkan roda ekonomi daerah, serta menjadi pemain utama yang berdaya saing global saat Kalimantan Timur tumbuh menjadi episentrum baru bersama Ibu Kota Nusantara (IKN).
BKKBN Kaltim juga terus aktif menggandeng berbagai mitra kerja, perusahaan melalui program Corporate Social Responsibility (CSR), jajaran TNI/Polri, hingga organisasi kemasyarakatan untuk bergotong-royong menyukseskan gerakan mulia ini.
Yuk, Saatnya Kita Ambil Peran!
Sobat Informasi, gerakan ini adalah panggilan peduli bagi kita semua. Menjadi orang tua asuh tidak harus menunggu kita menjadi kaya raya. Dengan kepedulian kecil yang kita berikan secara konsisten, kita bisa menyelamatkan senyum, mimpi, dan masa depan satu anak Kaltim dari bahaya stunting.
Mari bersama-sama kita dukung Gerakan Orang Tua Asuh Anak Stunting demi mewujudkan Kaltim yang semakin maju, sejahtera, dan melahirkan generasi emas yang sehat serta membanggakan! (*/)
Sumber: Siaran Berita Resmi Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur (kaltimprov.go.id).














