Nisita.info, Jakarta– Pemerintah mengajak masyarakat untuk terus menjaga semangat optimisme dalam membangun bangsa. Kritik dan masukan dari publik dinilai bukan sebagai pemecah belah, melainkan sebagai energi penting untuk mendorong perbaikan di berbagai sektor.
Hal tersebut disampaikan oleh Direktur Jenderal Komunikasi Publik dan Media (KPM) Kementerian Komunikasi dan Digital (Kemkomdigi), Fifi Aleyda Yahya, menanggapi pesan Presiden Prabowo Subianto dalam Sidang Kabinet Paripurna menjelang peringatan HUT ke-81 RI di Istana Negara, Jakarta.
Fifi menegaskan bahwa Presiden Prabowo sangat terbuka terhadap kritik konstruktif yang disampaikan masyarakat maupun media massa. Salah satu contohnya adalah pemberitaan mengenai fasilitas sekolah yang mengalami kerusakan di daerah.
“Presiden memandang kritik, termasuk pemberitaan mengenai sekolah yang mengalami kerusakan, sebagai masukan yang penting untuk diungkap. Berbagai temuan di lapangan menjadi perhatian pemerintah dan ditindaklanjuti melalui langkah-langkah perbaikan,” ujar Fifi di Jakarta, Senin (27/7/2026).
Menurutnya, hal ini membuktikan bahwa saran dan masukan yang disampaikan dengan niat baik merupakan bagian tak terpisahkan dari proses demokrasi serta upaya bersama menuju Indonesia yang lebih baik.
Menjelaskan Konteks Kiasan Politik
Terkait penggunaan istilah kiasan politik seperti londo ireng yang sempat menjadi perbincangan, Kemkomdigi mengajak publik untuk melihatnya dalam konteks secara utuh. Pesan tersebut sama sekali tidak ditujukan untuk menyudutkan profesi, media, maupun kelompok tertentu.
Fifi menjelaskan, kiasan tersebut merupakan ajakan dari Kepala Negara agar seluruh elemen bangsa tetap waspada terhadap narasi yang sengaja dibangun untuk memunculkan rasa putus asa seolah-olah Indonesia tidak sedang bergerak maju.
“Kritik tentu diperlukan, tetapi berbeda dengan upaya membangun pesimisme secara sistematis,” kata Fifi.
Ia menekankan bahwa pemerintah sangat menghormati kebebasan pers dan peran aktif masyarakat dalam mengawal roda pemerintahan. Meski demikian, ruang publik hendaknya tetap diisi dengan semangat kebersamaan dan narasi yang berimbang, tanpa mengabaikan berbagai kerja keras serta solusi yang sedang diupayakan di lapangan.
“Fokus pemerintah adalah menyelesaikan persoalan satu per satu, mempercepat perbaikan di lapangan, dan memastikan masyarakat merasakan manfaatnya. Ruang demokrasi tetap terbuka, tetapi mari bersama-sama menjaga agar kritik menjadi energi perbaikan,” terang Fifi.
Sebagai bentuk tanggung jawab atas amanah dan masukan dari publik, pemerintah berkomitmen untuk terus menjawab setiap aspirasi melalui langkah konkret. (Nisita.info/Sumber: InfoPublik)














