Sekolah-Kampus

Maksimalkan Potensi Desa Karang Tunggal Tenggarong Seberang melalui Pembentukan Kelompok Sadar Wisata dan Pelatihan Digital AI

Nisita.Info —  Tim Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) dari Politeknik Negeri Samarinda, kembali menunjukkan komitmen dalam mengamalkan Tri Dharma Perguruan Tinggi melalui kegiatan Pemberdayaan Masyarakat yang menyasar masyarakat desa.

Kegiatan yang dilaksanakan pada Selasa, 29 September 2026 tersebut mengangkat tema ”Pemberdayaan Masyarakat Desa melalui Pembentukan Kelompok Sadar Wisata dan Pelatihan Digital Artificial Intelligence (AI) untuk memaksimalkan Potensi Desa Karang Tunggal, Kecamatan Tenggarong Seberang, Kabupaten Kutai Kartanegara”

Diketuai oleh JonKenedi, MBA, tim ini beranggotakan tiga orang dosen yaitu Fabiola Bulimasena Luturmas, SE., MM, Galuh Yeni Maisaroh, S.Par., M.Sc dan Gia Puspita Mokodompit, S.Pd., M.Hum serta didukung oleh mahasiswa Politeknik Negeri Samarinda.

”Kegiatan ini menjadi wujud nyata sinergi antara akademisi dengan masyarakat dalam memajukan wisata dengan kearifan lokal serta memajukan literasi teknologi yang berujung pada meningkatnya aktivitas ekonomi produktif,” jelas JonKenedi.

JonKenedi menjelaskan bahwa Desa Karang Tunggal ini memiliki potensi yang bisa dikembangkan untuk menjadi desa wisata, baik dari segi pertanian, budaya hingga produk UMKM yang khas dan menarik.

Menurutnya, yang dibutuhkan saat ini adalah kelembagaan dan kemampuan mengemas serta memasarkan produk UMKM tersebut.

”Untuk mendorong pembentukan desa wisata terlebih dahulu membentuk kelompok sadar wisata (Pokdarwis) sekaligus membekali masyarakat dengan keterampilan digital yaitu dengan menggunakan AI untuk memudahkan pemasaran digital melalui media sosial seperti Facebook, TikTok, maupun melalui Instagram,” ujarnya.

Pada sesi pertama, Tim PkM Politeknik Negeri Samarinda memaparkan peran Kelompok Sadar Wisata sebagai penggerak pariwisata berbasis masyarakat. Materi yang disampaikan meliputi konsep Sapta Pesona, identifikasi daya tarik wisata desa, penyusunan struktur organisasi, serta pembagian tugas pengurus.

Peserta juga diajak memetakan potensi desa secara partisipatif, mulai dari lokasi agrowisata dan atraksi budaya yang dimiliki hingga kuliner dan kerajinan lokal.

Selanjutnya, pada sesi kedua dilakukan Pelatihan penggunaan AI untuk pemasaran Digital sederhana.  Pelatihan ini memperkenalkan peserta pada teknologi kecerdasan buatan yang dapat membantu membuat konten promosi secara cepat dan menarik, mulai dari pembuatan caption, desain visual, hingga ide kampanye pemasaran. Peserta juga diajarkan cara menggunakan alat AI yang sederhana dan mudah dioperasikan, sehingga mereka dapat meningkatkan daya saing usaha tanpa memerlukan keahlian teknis yang rumit.

 

Sementara itu, Kepala Desa Karang Tunggal, Sholimin, menyambut baik terbentuknya Pokdarwis. Menurutnya, kelompok ini hadir pada saat yang tepat. Menurutnya, Pemerintah Desa tengah menjadikan pengembangan agrowisata edukatif sebagai salah satu program prioritas, mengingat Karang Tunggal termasuk kawasan pertanian prioritas Kabupaten Kutai Kartanegara.

“Selama ini kami punya banyak potensi, mulai dari pertanian, peternakan, sampai kesenian jaranan dan wayang kulit. Tapi pengelolaannya masih berjalan sendiri-sendiri. Dengan adanya Pokdarwis, sekarang ada wadah resmi yang menggerakkan, menata, dan mempromosikan wisata desa secara bersama-sama,” ujar Sholimin.

Salah satu peserta, Ibu Ifa Nuryati mengungkapkan bahwa pelatihan ini membuka wawasan baru tentang cara mempromosikan produk secara online dengan mudah dan tanpa biaya besar. ”Ternyata sangat memudahkan untuk membuat konten jualan dengan AI, serta memudahkan membuat caption menarik di media sosial.  Ini sangat bermanfaat bagi kami terutama yang sudah memiliki usaha agar lebih dapat memperluas jangkauan penjualan dengan promosi online” tuturnya.(adv)

 

Related Posts

1 of 9