Nusantara Raya

Pendidikan Bermutu Tak Cukup Hanya Mengandalkan Sekolah Formal

Nisita.info, Tuban – Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen), Abdul Mu’ti, menegaskan bahwa transformasi pendidikan nasional harus bergerak melampaui sekat-sekat kelas formal.

Dalam kunjungan kerjanya di Kabupaten Tuban, Jawa Timur, Minggu (11/1/2026), ia menekankan pentingnya sinergi antara sekolah, keluarga, masyarakat, dan media sebagai satu kesatuan ekosistem pendidikan.

“Pendidikan formal itu penting, tetapi tidak cukup. Pendidikan nonformal dan informal harus diperkuat agar setiap warga negara tetap mendapatkan haknya atas pendidikan bermutu,” ujar Menteri Mu’ti di hadapan para pegiat pendidikan di Tuban.

Kemendikdasmen kini tengah menggencarkan penguatan jalur nonformal seperti kursus, pelatihan, hingga pendidikan jarak jauh.

Fleksibilitas waktu dan kurikulum yang adaptif menjadi keunggulan jalur ini dalam menjawab kebutuhan riil di masyarakat.

Di Tuban, Menteri Mu’ti mencontohkan potensi Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM) dalam memberikan pelatihan bernilai ekonomi, seperti pengolahan hasil laut.

Mu’ti memastikan bahwa selama lembaga tersebut terdaftar resmi di Dapodik, pemerintah akan menjamin hak-haknya, termasuk pemberian Bantuan Operasional Pendidikan (BOP).

“Ijazah Paket A, B, dan C kini diakui setara dengan pendidikan formal. Lulusannya tetap dapat mengikuti Tes Kemampuan Akademik (TKA) dan melanjutkan ke perguruan tinggi. Ini adalah solusi bagi mereka yang terkendala akses formal namun ingin terus maju,” jelasnya.

Guyuran Dana Revitalisasi dan Digitalisasi di Tuban

Sebagai bentuk dukungan nyata di wilayah Tuban, Kemendikdasmen menyalurkan bantuan revitalisasi satuan pendidikan senilai Rp21,5 miliar. Anggaran tersebut dialokasikan untuk perbaikan infrastruktur di 10 PAUD, 17 SD, 7 SMP, dan 4 SMA.

Selain fisik, aspek teknologi juga menjadi prioritas. Tercatat sebanyak 931 satuan pendidikan di Kabupaten Tuban telah menerima bantuan Papan Interaktif Digital (PID) sebagai bagian dari percepatan digitalisasi pembelajaran di daerah.

Pesan “Kesalehan Digital”

Di akhir kunjungannya, Menteri Mu’ti menitipkan pesan penting mengenai peran teknologi dalam karakter generasi muda. Beliau mengajak masyarakat untuk membangun “Kesalehan Digital”, yaitu kebijakan dalam menggunakan media sosial sebagai sarana berbagi ilmu dan nilai kebaikan.

“Pendidikan tidak boleh berjalan sendiri-sendiri. Apa yang diajarkan di sekolah harus diperkuat di rumah dan di masyarakat, termasuk di ruang digital sebagai sarana memperkuat nasionalisme,” pungkasnya.

Penandatanganan prasasti fasilitas pendidikan dan rumah ibadah di Tuban ini menjadi simbol komitmen pemerintah dalam merangkul satuan pendidikan yang dikelola masyarakat agar tumbuh setara dengan sekolah negeri.(BKHM-KPDM)

Related Posts

1 of 9