Nusantara Raya

Mendikdasmen Resmikan Revitalisasi 14 Sekolah di Kalsel

Nisita.info, Banjarbaru – Suasana syahdu shalawat badar menyambut kedatangan Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen), Abdul Mu’ti, di SMAS Al-Islam Nurul Maad, Senin (12/1/2026).

Kehadiran menteri ini membawa kabar bahagia bagi dunia pendidikan di Kalimantan Selatan melalui peresmian hasil revitalisasi 14 satuan pendidikan di Kota Banjarbaru dan Banjarmasin.

Program unggulan Presiden RI ini bertujuan menghadirkan lingkungan belajar yang aman dan nyaman guna memicu motivasi tinggi bagi para peserta didik.

Revitalisasi ini memberikan dampak yang sangat terasa bagi sekolah-sekolah penerima bantuan. Astriani, seorang guru di SMAS Al-Islam Nurul Maad, merinci bahwa sekolahnya kini memiliki lima ruangan baru, mulai dari Laboratorium IPA, Lab Komputer, hingga ruang BK.

Hal serupa dirasakan di SDN Belitung Selatan 2 Banjarmasin. Kepala Sekolahnya, Emha Ridha, menyebut anak-anak kini jauh lebih antusias karena fasilitas dasar seperti toilet kini menjadi bersih, terang, dan aman. “Anak-anak jadi tidak takut lagi menggunakannya,” ujarnya.

Siswa SMA Negeri 7 Banjarmasin, Muhammad Akmal Anwari, turut mengapresiasi perbaikan ruang kelas di sekolahnya yang sebelumnya kerap terdampak banjir. “Kenyamanan kami belajar sangat diperhatikan. Sekarang jadi lebih nyaman mempelajari apa yang kami butuhkan,” kata Akmal.

Mendikdasmen Abdul Mu’ti menegaskan bahwa perbaikan fisik ini dibarengi dengan program digitalisasi pembelajaran melalui Papan Interaktif Digital (PID). Ia berpesan agar fasilitas yang sudah bagus ini dirawat dengan sebaik-baiknya.

“Sekolah yang nyaman diharapkan dapat menjadi lingkungan pendukung agar anak-anak dapat belajar dengan lebih baik,” tutur Abdul Mu’ti.

Data dari Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Kalsel menunjukkan betapa masifnya komitmen pemerintah.

Kepala Disdikbud Kalsel, Galuh Tantri Narindra, melaporkan bahwa pada tahun 2025 saja, program ini menjangkau 250 satuan pendidikan di berbagai tingkatan dengan total bantuan mencapai sekitar Rp232 miliar.

Bagi para siswa seperti Ali Zubaidi dari SMAS Al-Islam Nurul Maad, revitalisasi ini bukan sekadar perbaikan bangunan, melainkan pembuka jalan untuk masa depan. Fasilitas yang lebih lengkap diakuinya membuat sistem belajar menjadi lebih mudah dan efektif.

Melalui langkah nyata ini, pemerintah berharap fondasi mutu pendidikan di daerah semakin kuat dan merata, memastikan setiap anak Indonesia memiliki kesempatan yang sama untuk belajar di lingkungan yang layak dan inspiratif.(BKHM-KPDM/tr)

Related Posts

1 of 7