Nisita.info, Sanga-Sanga – Wakil Gubernur Kalimantan Timur, Seno Aji, menegaskan bahwa nilai-nilai patriotisme yang lahir dari Peristiwa Perjuangan Merah Putih Sanga-Sanga harus menjadi motor penggerak utama pembangunan daerah.
Hal ini disampaikannya saat memimpin upacara peringatan momen bersejarah tersebut di Sanga-Sanga, Selasa (27/1/2026).
Dalam pidatonya, Seno Aji mengingatkan kembali peristiwa heroik pada 27 Januari 1947, saat rakyat Sanga-Sanga dengan gagah berani mengangkat senjata menolak kembalinya penjajah. Peristiwa ini, menurutnya, adalah bukti nyata bahwa kemerdekaan Indonesia berdiri di atas semangat kolektif rakyat dari seluruh pelosok daerah.
“Sanga-Sanga membuktikan bahwa perjuangan tidak mengenal pusat dan pinggiran. Sejarah ini menegaskan kemerdekaan kita adalah hasil perjuangan kolektif,” tegas Seno Aji di hadapan legiun veteran dan tokoh masyarakat.
Wagub menekankan bahwa tantangan zaman telah bergeser. Jika dulu pejuang menghadapi senjata, kini masyarakat Kaltim dihadapkan pada tantangan disrupsi teknologi, ketimpangan ekonomi, hingga krisis lingkungan.
Seno Aji mengajak seluruh elemen untuk mengaktualisasikan semangat Merah Putih melalui kerja nyata. “Semangat juang Sanga-Sanga harus diterjemahkan dengan menjaga persatuan, memperkuat toleransi, serta membangun daerah dengan prinsip keadilan dan keberlanjutan,” imbuhnya.
Di tengah posisi strategis Kalimantan Timur sebagai daerah penyangga Ibu Kota Nusantara (IKN), Wagub berharap nilai-nilai keteguhan para pejuang Sanga-Sanga menjadi fondasi moral yang kuat. Kaltim harus mampu menjadi teladan dalam wawasan kebangsaan dan ketahanan sosial nasional.
Pesan khusus juga dititipkan kepada generasi muda, pelajar, dan mahasiswa yang memadati lapangan upacara. Seno Aji berharap pemuda tidak hanya sekadar bangga pada sejarah, tetapi aktif membekali diri dengan ilmu pengetahuan.
“Pemuda harus tumbuh sebagai generasi yang berkarakter, berdaya saing, dan berintegritas. Menguasai teknologi dan memiliki kepedulian sosial adalah bentuk perjuangan masa kini yang sangat krusial,” pungkasnya.
Upacara berlangsung khidmat, ditutup dengan penghormatan kepada para pahlawan yang telah memastikan Sang Saka Merah Putih terus berkibar di bumi Sanga-Sanga.(*/)















