Nisita.info – Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen), Abdul Mu’ti, meresmikan puluhan sekolah hasil Program Revitalisasi Satuan Pendidikan yang tersebar di wilayah Provinsi Aceh.
Peresmian yang dipusatkan di SDN 12 Bintang (Aceh Tengah) dan SMAN 1 Baktiya (Aceh Utara) ini menandai komitmen pemerintah dalam memulihkan layanan pendidikan pascabencana.
Tercatat sebanyak 76 satuan pendidikan telah rampung direhabilitasi 100 persen dan siap digunakan kembali untuk kegiatan belajar mengajar. Rinciannya meliputi 36 sekolah di Kabupaten Aceh Tengah, 17 sekolah di Kabupaten Bener Meriah, dan 23 sekolah di Kabupaten Aceh Utara.
“Sekolah harus kembali menjadi tempat belajar yang aman dan nyaman. Revitalisasi tidak hanya menyasar bangunan fisik, tetapi juga memastikan keberlanjutan layanan pendidikan bagi anak-anak kita,” ujar Abdul Mu’ti saat meresmikan sekolah di Aceh Tengah, Kamis (29/1/2026).
Dalam kunjungan kerjanya, Mendikdasmen menyoroti kondisi SMP Negeri 22 Takengon yang mengalami rusak berat akibat longsor berulang kali. Mengingat lokasinya yang tidak lagi aman, pemerintah memutuskan untuk melakukan relokasi total.
“Bangunan sekolah tersebut sudah tidak memungkinkan digunakan. Insyaallah, pemerintah pusat berkoordinasi dengan pemda untuk membangun Unit Sekolah Baru (USB) di lokasi yang lebih aman pada tahun 2026 ini,” tegasnya.
Selain relokasi, SDN 12 Bintang juga dipastikan akan menerima bantuan tambahan berupa pembangunan ruang kelas baru guna menggantikan area yang terdampak longsor pada bagian belakang bangunan.
Sejalan dengan perbaikan fisik, Mendikdasmen mendorong modernisasi pembelajaran di wilayah dataran tinggi Gayo. Sekolah-sekolah yang telah menerima bantuan Papan Interaktif Digital (PID) akan diperkuat dengan konektivitas internet berbasis satelit guna mengatasi kendala geografis di wilayah pegunungan.
Pemerintah juga berkomitmen membangun rumah dinas guru guna menjaga keberlanjutan layanan pendidikan, terutama di sekolah-sekolah yang berada di wilayah terpencil.
Kehadiran gedung baru ini membawa haru bagi para pendidik. Kepala SMAN 1 Timang Gajah, Marhamah, mengungkapkan rasa terima kasihnya kepada Presiden Prabowo Subianto dan Mendikdasmen atas perbaikan laboratorium IPA dan rumah ibadah di sekolahnya yang sebelumnya rusak total.
“Manfaatnya dirasakan nyata. Peserta didik kini bisa belajar dengan lebih nyaman dan fungsional,” ucap Marhamah haru.
Program revitalisasi ini ditargetkan akan terus berlanjut secara bertahap sepanjang tahun 2026 untuk menyasar sekolah-sekolah lain di zona rawan bencana di seluruh Indonesia, guna memastikan pemerataan kualitas pendidikan yang aman dan inklusif.(BK-KPDM/*)















