Nisita.info – Dinas Kesehatan (Dinkes) Provinsi Kalimantan Timur mengeluarkan peringatan dini terkait kondisi sanitasi lingkungan menyusul temuan 600 kasus Demam Berdarah Dengue (DBD) di seluruh kabupaten/kota hingga Februari 2026.
Angka ini menjadi alarm bagi masyarakat untuk kembali memperketat tata kelola kebersihan di sekitar hunian. Kepala Dinas Kesehatan Kaltim, Jaya Mualimin, mengungkapkan bahwa meski grafik kasus tergolong tinggi, sistem penanganan medis di Bumi Etam sejauh ini berjalan optimal.
“Kasus sampai Februari kemarin sekitar 600 dan Alhamdulillah tidak ada laporan kematian. Ini menunjukkan respons layanan kesehatan kita berjalan cepat,” ujar Jaya di Samarinda, Selasa (3/3/2026).
Dinkes Kaltim menegaskan bahwa pengendalian DBD tidak bisa hanya mengandalkan interaksi medis di rumah sakit, melainkan harus dimulai dari hulu, yaitu intervensi lingkungan. Masyarakat diimbau untuk konsisten melakukan gerakan Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN) dengan metode 3M Plus, terutama di wilayah-wilayah endemis.
Selain edukasi kebersihan, fogging atau pengasapan terfokus tetap dilakukan sebagai langkah darurat jika ditemukan temuan kasus di lapangan. Namun, Jaya mengingatkan bahwa fogging hanya membunuh nyamuk dewasa, sementara kebersihan lingkungan adalah kunci memutus rantai jentik.
Distribusi Vaksin Qdenga: Kutai Timur Jadi Prioritas
Sebagai strategi perlindungan tambahan, Pemprov Kaltim telah menyalurkan 6.170 dosis vaksin DBD jenis Qdenga ke sejumlah daerah. Langkah ini diambil untuk memperkuat imunitas kelompok rentan di area dengan tren peningkatan kasus yang signifikan.
Kabupaten Kutai Timur menjadi penerima alokasi terbesar dengan total 4.470 dosis, disusul daerah lainnya secara proporsional. “Penyaluran vaksin ini diharapkan dapat menekan angka penyebaran secara berkelanjutan,” tambahnya.
Kenali Gejala Dini
Pemerintah mengimbau warga untuk segera merujuk anggota keluarga ke fasilitas kesehatan jika menemukan gejala berikut:
-
Demam tinggi mendadak.
-
Nyeri otot dan sendi.
-
Sakit kepala hebat.
-
Muncul bintik merah pada kulit.
Kolaborasi antara pemerintah yang menyediakan vaksin dan masyarakat yang menjaga kebersihan lingkungan menjadi satu-satunya cara efektif agar angka 600 kasus ini tidak terus membengkak hingga akhir tahun. (Prb/ty/*)















