Nisita.info, Tenggarong – Langkah awal pencarian putra-putri terbaik Kutai Kartanegara (Kukar) untuk mengibarkan Sang Merah Putih pada tahun 2026 resmi dimulai. Duta Pancasila Paskibraka Indonesia (DPPI) Kabupaten Kutai Kartanegara meluncurkan program “DPPI Goes to School” guna menjaring calon Paskibraka yang tangguh dan berkarakter.
Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Ketopong di Kecamatan Tenggarong menjadi lokasi perdana sosialisasi ini pada Senin (23/2/2026). Di hadapan para siswa, tim DPPI memaparkan secara rinci alur seleksi yang kini semakin ketat dan terstandar nasional.
Ketua DPPI Kukar, Dhokhir Zuhair Hilmi, menegaskan bahwa seleksi Paskibraka saat ini memiliki landasan hukum yang sangat kuat, yakni Peraturan Presiden Nomor 51 Tahun 2022. Hal ini menuntut seluruh proses berjalan secara transparan dan akuntabel.
“Kami ingin memastikan seluruh peserta memahami bahwa ini bukan sekadar kegiatan seremonial, melainkan proses pembinaan kader Duta Pancasila,” tegas Dhokhir.
Ia menjelaskan, tahapan seleksi mencakup berbagai aspek mendalam, mulai dari administrasi, Tes Wawasan Kebangsaan (TWK), kesehatan, kesamaptaan jasmani, hingga penilaian kepribadian dan keterampilan Peraturan Baris Berbaris (PBB).
Meski wilayah Kutai Kartanegara sangat luas, DPPI berkomitmen menyisir sekolah-sekolah secara bertahap. Fokus awal dimulai dari wilayah ibu kota kabupaten, Tenggarong, sebelum bergerak ke kecamatan lainnya. Strategi ini diambil agar Kukar mampu mengirimkan perwakilannya tidak hanya di tingkat kabupaten atau provinsi, tapi hingga ke tingkat nasional.
“Target kami tentu ingin melahirkan putra-putri terbaik yang mampu menembus seleksi tingkat nasional. Sebelumnya, kami juga sudah melaksanakan latihan gabungan yang diikuti 11 sekolah di Tenggarong sebagai pemanasan,” tambahnya.
Kehadiran tim DPPI di sekolah-sekolah disambut hangat oleh para pelajar. Noval, salah satu siswa SMK Ketopong yang telah mendaftar, mengaku sangat terbantu dengan adanya sosialisasi langsung ini.
“Saya sangat berterima kasih kepada kakak-kakak DPPI yang sudah berkunjung. Dengan penjelasan ini, saya jadi lebih paham alur dan tahapan seleksi yang harus dipersiapkan,” ungkap Noval dengan antusias.
Selain kunjungan ke sekolah, DPPI Kukar juga mengoptimalkan media sosial sebagai sarana informasi dan motivasi bagi para pelajar di pelosok Kukar agar tetap mendapatkan informasi terkini mengenai seleksi Paskibraka 2026. Melalui program ini, diharapkan muncul tunas-tunas baru yang siap menjaga martabat bangsa melalui bendera pusaka. (sis/*)















