Daerah

BMKG Ingatkan Potensi Curah Hujan Tinggi di Kutai Barat dan Mahakam Ulu

Nisita.info – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Stasiun Meteorologi APT Pranoto Samarinda mengeluarkan peringatan dini terkait prakiraan cuaca di wilayah Kalimantan Timur untuk periode 1-10 Maret 2026. Masyarakat diimbau meningkatkan kewaspadaan, terutama terhadap potensi hujan lebat yang dapat disertai angin kencang.

Kepala Stasiun Meteorologi Kelas III APT Pranoto Samarinda, Riza Arian Noor, menjelaskan bahwa curah hujan pada Dasarian I Maret ini secara umum masuk dalam kategori menengah (50–150 mm). Namun, peluang kejadian hujan tercatat sangat tinggi, yakni di atas 90 persen.

Berdasarkan data deterministik, tidak semua wilayah memiliki intensitas yang sama. Sebagian kecil wilayah Kabupaten Kutai Barat diprediksi akan mengalami curah hujan kategori tinggi, berkisar antara 150–200 mm.

“Sementara itu, wilayah Kaltim bagian timur diperkirakan justru berada pada kategori rendah dengan curah hujan 0–50 mm,” jelas Riza dalam keterangan resminya, Selasa (3/3/2026).

Dari sisi sifat hujan, BMKG memprakirakan adanya variasi dari kategori Bawah Normal hingga Normal. Namun, beberapa kabupaten harus bersiap menghadapi sifat hujan kategori Atas Normal (116–200 persen), yang meliputi:

  • Kabupaten Kutai Barat

  • Kabupaten Kutai Kartanegara

  • Kabupaten Kutai Timur

  • Kabupaten Mahakam Ulu

  • Kabupaten Berau

Menilik data ke belakang pada akhir Februari lalu, curah hujan di Kaltim menunjukkan variasi yang cukup ekstrem. Wilayah dengan curah hujan tertinggi sempat tercatat di Kecamatan Damai, Kutai Barat, dengan total mencapai 309 mm (kategori Sangat Tinggi).

Untuk periode Maret ini, Kota Samarinda bersama Kutai Timur bagian selatan dan Mahakam Ulu bagian selatan masih didominasi kategori Menengah hingga Tinggi (50–300 mm).

Mengingat tingginya peluang hujan yang disertai kilat, petir, dan angin kencang, BMKG meminta warga yang bermukim di daerah rawan banjir dan longsor untuk tetap siaga.

“Kami imbau masyarakat tetap waspada terhadap potensi cuaca ekstrem, terutama di wilayah yang diprakirakan mengalami peningkatan intensitas hujan signifikan,” tutup Riza. (Prb/ty/*)

Related Posts

1 of 34