Informasi

Cetak Peneliti Muda, Pelajar SMA di Kaltim Ramaikan Lomba Roket Air

Nisita.info – Menggali minat dan bakat generasi muda di bidang sains, Badan Riset dan Inovasi Daerah (BRIDA) Provinsi Kalimantan Timur menggelar Workshop dan Lomba Roket Air untuk pelajar SMA sederajat. Kegiatan yang berlangsung di Hotel Puri Senyiur, Rabu (24/9/2025), ini menjadi ajang bagi para pelajar untuk mengaplikasikan ilmu fisika dan aerodinamika secara praktis.

Kepala BRIDA Kaltim, Dr. M. Ir. Fitriansyah, secara resmi membuka acara dan menyampaikan bahwa membangun semangat riset sejak dini sangat penting untuk mencetak generasi unggul yang mampu bersaing. Melalui roket air, pelajar tidak hanya berkompetisi, tetapi juga belajar merakit roket dari bahan sederhana secara edukatif.

Kegiatan ini menghadirkan Tim Taman Pintar Yogyakarta yang memberikan materi tentang teori, regulasi, dan cara membuat roket air. Setelah sesi teori, para peserta langsung diajak untuk praktik membuat roket air. Mereka kemudian berpindah ke SMA Negeri 10 Samarinda untuk melakukan pengecekan dan peluncuran roket secara bergiliran.

Kepala BRIDA Kaltim, Ir. Fitriansyah saat membuka kegiatan sekaligus memberikan sambutan di Hotel Puri Senyiur Samarinda.

“Workshop dan lomba roket air ini diharapkan dapat menjadi sarana edukasi, ajang kreativitas, sekaligus mempererat semangat kolaborasi antar pelajar di Kalimantan Timur dalam mengembangkan ilmu pengetahuan dan teknologi,” ujar Fitriansyah.

Lomba Roket Air akan diikuti 72 Tim dan diselenggarakan di Lapangan SMA Negeri 10 Samarinda, Kamis (25/9). Sebelum mengikuti lomba esok harinya, para peserta diberi kesempatan menggunakan peralatan lomba yang disediakan panitia dan menjajal lapangan SMA Negeri 10 Samarinda.

Salah seorang peserta, Muhammad Shamid Dzakkir turut merasakan atmosphere uji coba peluncuran roket. Murid SMKN 1 Bengalon ini mengakui adanya pengaruh penggunaan peralatan yang berbeda. Selama latihan di sekolah Ia hanya menggunakan peralatan seadanya.

“Memang baru enam hari latihan. Tapi tetap optimis besok bisa meraih hasil maksimal,” ujarnya.

Perbedaan alat untuk latihan dengan yang akan digunakan pada saat lomba tidak begitu dirisaukan Pelatih Tim Roket SMKN 1 Bengalon, Hendra Poeswanto. Melihat kesiapan dan hasil uji coba positif timnya, Ia optimistis bisa masuk 6 besar.

“Kami optimis bisa mewakili Kaltim ke tingkat Nasional. Walaupun ini baru keikut-sertaan kami yang kedua kalinya. Dengan alat seadanya di sekolah dan alat yang disediakan panitia kami sudah melakukan penyesuaian. Di sekolah kami menggunakan pipa dan pompa air. Tentu saja daya dorong berbeda. Tapi kami yakin roket bisa mencapai jarak 60 meter,” ungkap Guru Fisika itu.

Lebih lanjut Hendra menjelaskan konsep hubungan antara gaya, massa, dan gerak suatu benda yang dirumuskan oleh Sir Isaac Newton, khususnya Hukum Newton II dan III. Pada Hukum III Newton setiap aksi, selalu ada reaksi yang sama besar dan berlawanan arah. Saat roket air meluncur, air dan udara bertekanan tinggi di dalamnya memberikan aksi dengan menyembur keluar melalui mulut roket. Sebagai reaksi, gaya semburan air itu mendorong roket, melontarkannya ke arah yang ditentukan.(sen/*)

Related Posts

1 of 20