Nisita.info – Semangat kepedulian sosial di Bumi Etam mencapai puncaknya pada hari kelima Ramadan 1447 Hijriah. Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur kembali menggelar agenda tahunan “Kaltim Berzakat” yang berlangsung khidmat di Ruang Olah Bebaya, Kantor Gubernur Kaltim, Senin (23/2/2026).
Acara ini menjadi momentum penting ketika Gubernur Kaltim, H. Rudy Mas’ud (Harum), bersama jajaran pejabat dan para muzakki menyerahkan zakat secara langsung melalui Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kaltim. Langkah ini merupakan komitmen nyata pemerintah dalam memperkuat kesejahteraan masyarakat melalui instrumen agama.
Ketua BAZNAS Kaltim, Ahmad Nabhan, memaparkan data yang sangat menggembirakan. Pengumpulan dana Zakat, Infaq, dan Sedekah (ZIS) di Kaltim menunjukkan tren kenaikan yang signifikan dalam lima tahun terakhir.
Jika pada 2021 terkumpul Rp 6,8 miliar, angka tersebut terus merangkak naik hingga menyentuh Rp 20,6 miliar pada tahun 2025. Lonjakan tajam ini tak lepas dari kebijakan strategis melalui surat edaran Gubernur yang mulai berdampak besar sejak Juli 2025.
“Alhamdulillah, setiap tahun meningkat. Pada akhir 2025, pengumpulan bahkan mencapai Rp 1,3 miliar per bulan. Ini membuktikan kesadaran berzakat masyarakat Kaltim semakin tinggi,” jelas Ahmad Nabhan.
Gubernur Kaltim, H. Rudy Mas’ud, dalam sambutannya menegaskan bahwa zakat bukan sekadar kewajiban ritual, melainkan instrumen strategis untuk memangkas angka kemiskinan dan disparitas sosial di Kaltim. Meski capaian Rp 20,6 miliar sudah membanggakan, Rudy melihat potensi yang jauh lebih besar.
“Capaian ini membuktikan kepercayaan publik yang tinggi. Namun, kita harus ingat bahwa potensi zakat di Kaltim sebenarnya bisa mencapai Rp 6 triliun jika dikelola maksimal,” tegas Gubernur yang akrab disapa Harum tersebut.
Rudy Mas’ud mendorong sinergi yang lebih luas, mulai dari kalangan ASN, BUMD, dunia usaha, hingga raksasa sektor pertambangan di Kaltim untuk menyalurkan ZIS melalui lembaga resmi yang transparan dan akuntabel.
Sepanjang tahun lalu, BAZNAS Kaltim telah mendistribusikan dana umat sebesar Rp 23 miliar yang menyasar berbagai sektor krusial, mulai dari beasiswa pendidikan, bantuan kemanusiaan, pemberdayaan ekonomi kerakyatan, hingga advokasi dakwah.
Kinerja profesional BAZNAS Kaltim ini pun telah diakui secara nasional dengan raihan empat penghargaan dari BAZNAS RI pada tahun 2025.
“Mari kita tunjukkan gerakan Kaltim Berzakat sebagai solusi nyata kesejahteraan. Semoga Allah memberkahi dan melindungi Kaltim dari segala bencana,” pungkas Rudy Mas’ud menutup arahannya. (*/KRV/pt)















