Nisita.info – Pernahkah kamu merasa cepat hafal setelah melihat gambar, tapi mendadak bingung kalau hanya mendengarkan penjelasan guru? Atau mungkin kamu baru paham materi kalau sambil mempraktikkannya langsung?
Tenang, itu bukan karena kamu tidak bisa, tapi karena setiap orang punya “pintu masuk” informasi yang berbeda! Yuk, kenali 3 gaya belajar dominan berikut ini:
1. Si Visual (Melihat adalah Kunci)
Kamu cenderung belajar melalui apa yang kamu lihat. Kamu suka warna-warni dan biasanya punya catatan yang rapi.
-
Ciri khas: Suka coret-coret (doodling), lebih suka membaca komik atau infografis daripada teks polos.
-
Tips Belajar: Gunakan highlighter (stabilo) warna-warni dan buatlah mind map (peta pikiran) agar materinya lebih “nempel” di mata dan otak.
2. Si Auditoris (Mendengar itu Menyenangkan)
Kamu sangat peka terhadap suara dan nada. Kamu lebih mudah mengingat apa yang diucapkan orang lain daripada apa yang kamu baca sendiri.
-
Ciri khas: Suka membaca dengan suara keras (bergumam), senang berdiskusi, dan biasanya jago menirukan suara atau aksen.
-
Tips Belajar: Coba rekam suara gurumu atau suaramu sendiri saat membacakan materi, lalu dengarkan kembali sambil bersantai.
3. Si Kinestetik (Belajar Sambil Bergerak)
Kamu adalah tipe orang yang “tidak bisa diam”. Kamu belajar paling efektif saat melibatkan fisik atau praktik langsung.
-
Ciri khas: Suka menggerakkan kaki atau memutar pulpen saat berpikir, dan lebih suka pelajaran olahraga atau praktikum laboratorium.
-
Tips Belajar: Jangan paksa dirimu duduk diam berjam-jam. Belajarlah dengan durasi pendek (misalnya 25 menit) lalu diselingi jalan-jalan kecil atau meregangkan otot.
Mendikdasmen Abdul Mu’ti berpesan agar kita belajar dengan “Gembira”. Dengan tahu gaya belajarmu, persiapan menghadapi Tes Kemampuan Akademik (TKA) tidak lagi jadi beban, tapi jadi petualangan yang seru karena kamu tahu cara terbaik untuk dirimu sendiri!(tr)















