Nisita.info – Setelah Interactive Flat Panel (IFP) terpasang di ratusan ribu sekolah, tantangan selanjutnya bagi Bapak dan Ibu Guru adalah mengisi layar canggih tersebut dengan konten yang memikat. Digitalisasi bukan sekadar memindahkan buku teks ke layar, melainkan menciptakan pengalaman belajar yang dua arah.
Berikut adalah daftar sumber belajar digital gratis dan interaktif yang dapat langsung digunakan di kelas:
1. Platform Merdeka Mengajar (PMM)
Sebagai produk lokal kebanggaan Kemendikdasmen, PMM adalah “gudang” perangkat ajar yang paling relevan dengan Kurikulum Merdeka.
-
Keunggulan: Tersedia ribuan modul ajar, video inspirasi, dan bahan tayang yang sudah terkurasi sesuai jenjang pendidikan di Indonesia. Sangat pas untuk ditampilkan di IFP saat memulai bab baru.
2. Rumah Belajar (Kemendikdasmen)
Portal pembelajaran daring ini menyediakan fitur “Laboratorium Maya” yang sangat interaktif jika dioperasikan melalui layar sentuh IFP.
-
Keunggulan: Siswa bisa melakukan simulasi praktikum sains (seperti mencampur zat kimia atau membedah anatomi hewan) secara digital tanpa risiko bahaya, langsung dengan menyentuh layar di depan kelas.
3. PhET Interactive Simulations
Dikeluarkan oleh University of Colorado, platform ini menyediakan simulasi sains dan matematika yang sangat visual.
-
Keunggulan: Sangat interaktif. Siswa dapat menggeser variabel-variabel grafik, massa benda, atau arus listrik langsung di panel IFP untuk melihat perubahan hasilnya secara real-time. Ini adalah cara terbaik menjelaskan konsep abstrak menjadi konkret.
4. Canva for Education
Bukan sekadar alat desain, Canva memiliki ribuan templat presentasi pendidikan yang interaktif, termasuk fitur kuis dan whiteboard kolaboratif.
-
Keunggulan: Bapak dan Ibu Guru bisa membuat permainan “tebak gambar” atau “pencocokan kata” yang mengharuskan siswa maju ke depan untuk menyentuh dan menggeser elemen di layar IFP.
5. Google Earth Education
Untuk pelajaran Geografi, Sejarah, atau IPAS, Google Earth adalah jendela dunia yang luar biasa.
-
Keunggulan: Dengan fitur Voyager, guru bisa mengajak siswa “terbang” ke situs sejarah di dunia atau melihat ekosistem hutan hujan secara 3D. Mengoperasikan navigasi bumi dengan sentuhan jari di layar lebar memberikan sensasi petualangan yang nyata bagi siswa.
Sesuai semangat program Alumni Pejuang Digital, kunci keberhasilan teknologi adalah pembiasaan. Jangan ragu untuk memberikan kesempatan kepada siswa untuk mengoperasikan perangkat tersebut. Biarkan mereka menjadi subjek pembelajar yang aktif, bukan sekadar penonton pasif di balik meja.(tr)














