Nisita.info – Selain Matematika, Bahasa Indonesia menjadi pilar utama dalam Tes Kemampuan Akademik (TKA) tahun ini. Tantangan terbesarnya? Teks yang panjang dan waktu yang terbatas. Menghadapi teks “raksasa” sering kali membuat konsumsi waktu habis hanya untuk membaca satu soal.
Agar kamu tetap efisien dan akurat, terapkan teknik membaca cerdas berikut ini:
1. Gunakan Teknik “Pertanyaan Dulu, Teks Kemudian”
Tahukah kamu? Membaca teks dari awal hingga akhir sebelum melihat soal adalah pemborosan waktu. Bacalah instruksi atau pertanyaan di bawah teks terlebih dahulu. Dengan mengetahui apa yang dicari (misalnya: ide pokok, tokoh, atau latar), otakmu akan secara otomatis melakukan “filter” saat mulai membaca teks tersebut.
2. Terapkan Metode Skimming (Membaca Sekilas)
Jangan membaca kata demi kata seperti membaca novel. Lakukan skimming dengan fokus pada kalimat pertama dan terakhir di setiap paragraf. Tahukah kamu? Gagasan utama sebuah paragraf dalam soal ujian biasanya terletak di awal (deduktif) atau di akhir (induktif). Ini akan membantumu memahami inti cerita tanpa harus mengeja setiap kalimat.
3. Cari “Kata Kunci” dengan Teknik Scanning
Jika pertanyaan menanyakan hal spesifik seperti tahun, nama tempat, atau istilah tertentu, gunakan teknik scanning. Gerakkan matamu secara zigzag melintasi teks tanpa membacanya. Begitu mata menangkap “kata kunci” yang relevan, berhentilah dan baca kalimat tersebut secara teliti. Teknik ini sangat efektif untuk menjawab soal tipe informasi tersurat.
4. Waspadai Kata Penanda Logika
Perhatikan kata-kata seperti “tetapi”, “namun”, “meskipun demikian”, atau “oleh karena itu”. Tahukah kamu? Kata-kata ini adalah “rambu lalu lintas” dalam teks. Kata “namun” biasanya menandakan adanya perubahan argumen, sedangkan “oleh karena itu” menunjukkan kesimpulan. Memahami fungsi kata hubung ini membantumu menangkap maksud penulis dengan lebih cepat.
5. Hindari Membaca Ulang (Regresi)
Banyak siswa memiliki kebiasaan membaca satu kalimat berulang-ulang karena takut tidak paham. Tahukah kamu? Ini justru memicu mental block. Jika satu bagian terasa sulit, tandai saja dan teruslah membaca hingga akhir paragraf. Sering kali, konteks di akhir paragraf akan menjelaskan bagian sulit yang kamu temui di awal.
Mendikdasmen Abdul Mu’ti berpesan agar pengerjaan TKA dilakukan dengan “Jujur dan Gembira”. Membaca dengan tenang akan membantumu menangkap makna tersembunyi dalam teks. Jangan biarkan panjangnya tulisan mengalihkan fokusmu. Kamu lebih besar dari teks yang kamu baca!(tr)















