NISITA.INFO – Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Dikdasmen), Prof. Dr. Abdul Mu’ti, menegaskan bahwa sekolah memiliki peran vital sebagai wadah pemersatu bangsa. Menurutnya, sekolah adalah tempat bertemunya (meeting point) dan meleburnya (melting point) keberagaman anak-anak Indonesia menjadi satu identitas nasional. Pernyataan ini disampaikan Mu’ti melalui video yang diunggah akun Instagram resmi Kemendikdasmen pada Selasa (3/9).
Mu’ti menjelaskan bahwa di sekolah, anak-anak dari berbagai suku, agama, dan latar belakang duduk bersama untuk merangkai mimpi. Proses ini bukan hanya tentang transfer ilmu, melainkan juga pembentukan karakter kebangsaan.
“Jadi, pendidikan itu tempat terjadinya namanya meeting point dan melting point. Meeting point di mana anak yang berbeda-beda berkumpul di situ. Kemudian melting mereka mencair sebagai anak-anak yang bersahabat, anak-anak Indonesia yang berbeda-beda latar belakangnya, sukunya, agamanya, tapi ini adalah Indonesia. Itulah fungsi pendidikan sebagai institusi pemersatu bangsa,” ujar Mu’ti.
Di bawah atap pendidikan, anak-anak belajar bahwa perbedaan bukanlah penghalang, melainkan kekuatan yang memperkokoh persaudaraan. Abdul Mu’ti berharap setiap proses belajar di sekolah mampu menumbuhkan rasa persatuan dan toleransi, demi mencetak generasi yang tidak hanya cerdas, tetapi juga memiliki karakter kebangsaan yang kuat.(*/)















