Nisita.info – Suasana Pendopo Rumah Jabatan Wali Kota Bontang tampak semarak saat Wali Kota yang juga Bunda Genre, Neni Moerniaeni, secara resmi membuka Jambore Ajang Kreativitas Generasi Berencana (Genre) Kota Bontang Tahun 2025, Selasa pagi (30/9/2025).
Dalam sambutannya, Wali Kota Neni menegaskan bahwa remaja bukan sekadar peserta program, melainkan elemen penting dalam visi pembangunan Kota Bontang yang berusia 26 tahun. Visi yang tertuang dalam RPJMD 2025–2030 adalah mencetak sumber daya manusia (SDM) yang berkualitas dan berdaya saing.
Program Genre, menurutnya, memiliki peran strategis dalam membangun karakter remaja, melampaui sekadar penyuluhan usia ideal menikah.
“Success for tomorrow begins today. Kalau kalian ingin sukses, mulai hari ini harus punya cita-cita, belajar, dan berubah. Jangan pacaran di usia sekolah, fokuslah pada diri sendiri dan prestasi,” tegas Wali Kota, memberikan pesan yang penuh motivasi.
Jambore yang mengusung tema “Stop Stunting, Start Caring, Tanpa Fatherless, Generasi Berkualitas” ini diikuti oleh 136 peserta dari 17 Pusat Informasi dan Konseling (PIK) Remaja. Kegiatan ini didukung penuh oleh Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak dan Keluarga Berencana (DP3KAB) Kota Bontang dan Forum Genre Kota Bontang.
Wali Kota Neni juga menekankan bahwa pembangunan karakter remaja harus diiringi dengan pembangunan keluarga yang harmonis, mengingat tema jambore yang menyoroti masalah stunting dan fatherless.
Kegiatan ini dihadiri oleh Kepala Perwakilan BKKN Provinsi Kaltim, Nurizky Permanajati, serta jajaran Kepala Dinas terkait, termasuk Kesehatan dan BNN Kota Bontang, menandakan dukungan lintas sektor terhadap pembinaan remaja di Kota Bontang.(Hst_prokompim)
Foto: Dokpim/@rizkhyadisastro















