Nisita.info, Samarinda – Festival Budaya Dayak Kenyah 2026 yang berlangsung di Desa Wisata Budaya Pampang dari 25-28 Juni bukan hanya tentang kemeriahan sesaat.
Ketua DPRD Kota Samarinda, H. Helmi Abdullah, menegaskan bahwa parlemen memiliki komitmen kuat untuk mengawal kebijakan dan penganggaran agar pelestarian budaya tidak berhenti pada kegiatan seremonial tahunan semata.
Helmi menekankan bahwa di tengah prioritas pembangunan kota, pelestarian budaya harus menjadi agenda pembangunan berkelanjutan yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat adat.
Ia ingin melihat program yang lebih hidup, mulai dari pembinaan generasi muda, dukungan kepada sanggar-sanggar budaya, hingga penguatan kapasitas pelaku seni.
“Budaya tidak boleh hanya ditampilkan saat acara tertentu saja. Kita ingin ada program yang berkelanjutan agar tradisi yang ada tetap hidup dan berkembang,” ujar Helmi.
Komitmen yang disampaikan oleh Ketua DPRD ini sejalan dengan kerja keras yang telah dilakukan panitia di lapangan. Madan Bid, Ketua Panitia Festival, mengungkapkan bahwa kemeriahan festival ini adalah buah dari persiapan panjang yang melibatkan semangat gotong royong warga sejak awal April lalu.
Madan pun menaruh harapan besar agar agenda festival ini memiliki payung hukum yang pasti. Menurutnya, festival ini diharapkan bisa di-Perda-kan sehingga setiap tahunnya memiliki kepastian anggaran dan agenda yang tetap, terlepas dari siapa pun pemimpin daerah yang menjabat.
“Harapan kita ke pemerintah, ada Perda-nya. Jadi, festival ini tidak sekadar agenda tahunan biasa, tapi agenda tetap yang sudah terjamin,” ungkap Madan Bid.
Seakan memenuhi harapan tersebut, Helmi Abdullah memastikan DPRD akan terus berpihak pada pelestarian budaya lokal. Ia menegaskan bahwa Desa Wisata Budaya Pampang harus menjadi contoh bagaimana pelestarian budaya dapat berjalan seiring dengan peningkatan kesejahteraan masyarakat adat sebagai pelaku utama di sana. (Tr)















