Ekonomi Kreatif

Revolusi Teknologi XR dalam Film ‘Pelangi di Mars’

Nisita.info, Jakarta – Industri perfilman dan animasi Indonesia kini tengah memasuki babak baru dengan pemanfaatan teknologi mutakhir.

Menteri Ekonomi Kreatif/Kepala Badan Ekonomi Kreatif (Ekraf), Teuku Riefky Harsya, meninjau langsung penerapan teknologi Extended Reality (XR) dalam produksi film animasi “Pelangi di Mars” di DossGuava XR Studio, Pejaten, Jakarta Selatan, Selasa (13/1/2026).

Kunjungan ini menegaskan komitmen pemerintah untuk memperkuat sinergi antara kreator dan industri guna memastikan karya anak bangsa tidak hanya menjadi tuan rumah di negeri sendiri, tetapi juga mampu menembus pasar global.

DossGuava XR Studio kini menjadi pionir di Indonesia dalam mengintegrasikan Realitas Virtual (VR), Realitas Tertambah (AR), dan Realitas Campuran (MR) ke dalam satu ekosistem produksi.

Mengandalkan game engine Unreal Engine, studio ini mampu menggabungkan live action, CGI, dan virtual set secara real-time.

Menteri Teuku Riefky mengapresiasi idealisme dan inovasi yang dibangun oleh DossGuava. “Kita ingin terus mengembangkan apa yang sudah diperjuangkan studio ini. Salah satu misi utama Kementerian Ekraf adalah membawa Intellectual Property (IP) Indonesia ke panggung global,” tegas Menekraf.

Sutradara “Pelangi di Mars”, Upie Guava, menjelaskan bahwa film ini dikembangkan dengan pendekatan yang berbeda.

Bukan sekadar memproduksi satu judul film, timnya telah membangun sebuah universe atau semesta cerita yang dirancang sebagai kekayaan intelektual (IP) jangka panjang.

“Desain dunia yang kami bangun memang tidak hanya untuk satu film, tapi untuk ekosistem IP. Kami sudah memiliki rencana jangka pendek, menengah, dan panjang mengenai semesta ‘Pelangi di Mars’ ini dengan pendekatan bertutur dunia anak masa kini,” ungkap Upie.

Proses produksinya sendiri terbilang revolusioner di Indonesia, karena mengombinasikan animasi berbasis motion capture dengan teknologi VFX yang canggih.

Dalam kunjungan tersebut, Menekraf turut membawa sejumlah pemangku kepentingan strategis, termasuk perwakilan dari Danantara dan Sinarmas Land, untuk membuka ruang kolaborasi investasi dan pengembangan infrastruktur kreatif lebih lanjut.

Turut mendampingi Menekraf dalam kunjungan ini adalah Deputi Bidang Kreativitas Media Agustini Rahayu serta jajaran staf khusus kementerian.

Kehadiran para mitra strategis ini diharapkan dapat mempercepat hilirisasi produk kreatif Indonesia agar memiliki daya saing komersial yang tinggi di pasar internasional.(KIF/BKKE/*)

Related Posts

1 of 10