Nisita.info, Samarinda — Suasana Posyandu Berkat Do’a Ibu di Jalan Flamboyan, Kelurahan Loa Buah, Kecamatan Sungai Kunjang, mendadak riuh dan hangat pada Rabu pagi (9/9/2026).
Gelak tawa anak-anak bersahut-sahutan dengan riuh perbincangan para ibu yang antusias mengantre. Boneka kelinci cokelat menggemaskan dan deretan sikat gigi warna-warni tampak berjajar rapi di atas meja pemeriksaan, menjadi “senjata ampuh” untuk mencairkan suasana agar balita-balita tak takut diperiksa.
Berbekal sarung tangan steril dan cermin seorang dokter tampak telaten mendampingi Balita perempuan. Dengan sikap lembut dan penuh kesabaran, dokter itu memeriksa rongga mulut sang anak yang tampak penasaran namun kooperatif.
Pemandangan hangat tersebut menjadi bagian utama dari Kick Off program GARASI ANAK (Gerakan Menyikat Gigi Bersama Ibu dan Anak), sebuah inovasi kolaboratif berbasis masyarakat yang digagas oleh PDGI Cabang Samarinda untuk memoles kesehatan gigi anak sejak dini demi mendukung percepatan penurunan stunting.
Bagi drg. Erwin, pemandangan anak-anak dengan gigi berlubang atau karies bukan lagi hal baru. Pengalamannya berpraktik selama 12 tahun menunjukkan bahwa mayoritas masalah tumbuh kembang anak diawali dari kesehatan mulut yang terabaikan.
“Hampir 50 sampai 60 persen pasien anak yang datang ke tempat praktik saya sudah mengalami karies gigi. Masalahnya, kalau giginya sudah berlubang dan sakit, anak jadi malas mengunyah. Ketika anak tidak mau makan, asupan nutrisi yang masuk sangat sedikit, sehingga berat badan mereka sulit naik,” ungkap drg. Erwin saat menyampaikan sambutannya.
Menurutnya, penanganan stunting tidak bisa dilepaskan dari peran organ pencernaan paling awal, yaitu gigi. Makanan harus dikunyah sempurna oleh gigi seri, taring, dan geraham sebelum ditelan agar nutrisinya terserap optimal oleh tubuh. Jika gigi rusak, seluruh sistem pencernaan akan bekerja ekstra keras dan mengganggu tumbuh kembang anak.
Lima Layanan Unggulan dan Inovasi SIREHAT
Melalui program GARASI ANAK, PDGI Samarinda tidak hanya sekadar datang membawa imbauan, melainkan membawa 5 layanan terpadu yang dapat diakses langsung oleh masyarakat di Posyandu:
- Skrining dan Pemeriksaan Kesehatan Gigi: Memeriksa kondisi awal gigi dan mulut balita secara menyeluruh.
- Edukasi dan Demo Menyikat Gigi: Mengajari cara dan aturan menyikat gigi yang benar (dua kali sehari) kepada ibu dan anak.
- Imunisasi Gigi: Pemberian lapisan pelindung (fluorida) pada gigi anak untuk mencegah karies sejak dini.
- Pencatatan Digital via SIREHAT: Memanfaatkan aplikasi SIREHAT (inovasi Puskesmas Makroman) agar rekam medis kesehatan gigi terdata secara digital dan rapi.
- Rujukan Horizontal: Memberikan rujukan langsung ke fasilitas kesehatan jika ditemukan kasus yang membutuhkan tindakan medis lebih lanjut.
“Menjaga kesehatan gigi anak tidak bisa dilakukan dalam beberapa menit pelatihan saja. Diperlukan pendampingan konsisten setiap hari di rumah, dan peran kunci itu ada pada ibu,” tegas drg. Erwin.
Ia menambahkan, program yang berlangsung hingga Desember 2026 di 89 Posyandu lokus stunting ini merupakan bukti pergeseran paradigma PDGI dari upaya kuratif (pengobatan) menuju promotif dan preventif (pencegahan) demi melahirkan generasi Kota Samarinda yang sehat dan cerdas.(Tr/*)















